<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Cerita Sex Cerita Dewasa 17 tahun seks</title>
	<atom:link href="http://millionairemates.info/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://millionairemates.info</link>
	<description>adegan sex cerita seks cerita dewasa cerita 17tahun</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Jun 2010 05:00:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Cerita Dewasa pura2 tidur sambil ngentot</title>
		<link>http://millionairemates.info/2010/06/13/cerita-dewasa-pura2-tidur-sambil-ngentot/</link>
		<comments>http://millionairemates.info/2010/06/13/cerita-dewasa-pura2-tidur-sambil-ngentot/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2010 05:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cerita-panas]]></category>
		<category><![CDATA[dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[tidur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://millionairemates.info/?p=704</guid>
		<description><![CDATA[Cerita Dewasa berikut ini terjadi akibat tidak sengajaan yang terjadi dari beberapa orang yang tidur bersama disebuah ruangan tempat meraka melalukan KKN atau praktek kerja nyata berikut cerita dewasa yang sangat penomenal dan membangkitkan gairah seks kita, Cerita Dewasa ini dikirimkan oleh seorang mahasiswa yang menjadi pemeran utama dalam cerita panas ini dan beliu minta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Cerita Dewasa berikut ini terjadi akibat tidak sengajaan yang terjadi dari beberapa orang yang tidur bersama disebuah ruangan tempat meraka melalukan KKN atau praktek kerja nyata berikut cerita dewasa yang sangat penomenal dan membangkitkan gairah seks kita, Cerita Dewasa ini dikirimkan oleh seorang mahasiswa yang menjadi pemeran utama dalam cerita panas ini dan beliu minta untuk nama dan tempat kejadian disamarkan! terima kasih cerita dewasannya bos nice story for me, berikut cerita dewasa pura2 tidur sambil ngentot :</p>
<p align="justify">Waktu terus berjalan dan tak terasa sudah memasuki bulan kedua aku menjalani KKN di Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Kami bersama 5 cewek dan 3 cowok termasuk aku, kelompok ku sudah berintegrasi dengan masyarakat Bonomerto. Sudah merasakan susahnya melaksanakan tugas-tugas berat selama KKN. Keluar masuk pedesaan yang belum pernah dikenal sebelumnya. Jalan masih berbatu belum diaspal. Bila malam hanya diterangi lampu minyak karena belum terjangkau listrik. Mandi di sendang terbuka tanpa dinding. BAB di sungai dengan air jernih yang mengalir deras. Benar-benar kehidupan yang alami dan eksotik.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam melakoni hidup sehari-hari dalam keadaan yang serba darurat itu, kami yang datang dari berbagai daerah dan berasal dari jurusan dan fakultas yang berbeda, tidak jarang mengalami konflik karena bertahan pada prinsip perjuangan masing-masing, tetapi selalu berakhir dengan happy karena bersama-sama menyadari, bahwa nama baik pribadi dan almamater menjadi taruhan di desa pengabdian ini. Kesibukan yang menguras tenaga dan pikiran, ditambah dengan kesulitan yang selalu muncul, membuat kelompok kami semakin kompak. Merasa senasib seperjuangan menderita dan bahagia bersama. Jika ada satu atau dua di antara kami sedang pulang ke Semarang, terasa sekali ada yang hilang. Kalau ada yang sakit, seisi Posko bergantian merawat dan memberi perhatian. Mesraaa sekali hubungan persaudaraan kami.  Mendekati berakhirnya masa KKN, dibalik rasa senang karena tugas berat sudah berakhir, terbersit rasa sedih, takut berpisah dan tidak ketemu lagi. Kadang sampai larut malam kita tidak tidur, berkumpul di kamar depan, karena hanya ada dua kamar di posko itu. Aku pegang gitar,  mengiringi teman-teman menyanyi lagu-lagu nostalgia. Lelah menyanyi berbicang-bincang membicarakan masalah pribadi, bahkan mencurahkan rahasia terdalam. Tentang keluarga, tentang pacar masing-masing, tentang suami atau isteri masing-masing. Para Pembaca perlu tau, bahwa ketiga cowok sudah berkeluarga, tetapi hanya 1 cewek yang sudah berkeluarga, Mbak Etty atau teman-teman panggil beliau Bu Etik. Yang empat itu masih gadis, tetapi mereka mengaku sendiri sudah tidak perawan lagi. Benar-benar tak ada rahasia di antara kami. Karena sudah mengantuk dan lelah ada yang tertidur di situ juga, malas masuk kamar. Akhirnya sampai pagi kita tidur di kamar depan semua. Hari pertama atau itu malam pertama kita tidur bersama di satu tempat. Tak terjadi apa-apa sampai pagi. Semua bangun pagi dengan selamat tak kurang suatu apa.</p>
<p style="text-align: justify;">Penarikan mahasiswa KKN tinggal 10 hari lagi. Semua sibuk finishing program masing-masing. Aku dan Mbak Etty kebagian mempersiapkan pentas seni. Kita bekerja berpacu dengan waktu. Kami benar-benar sudah lelah lahir batin. Sampai di Posko sudah jam sembilan malam. Seperti sudah ada kesepakatan sebelumnya, kita tidur jadi satu lagi. Endah dan Mbak Etty mengapit aku. Endah memelukku . Kaki Bu Etik menimpah pahaku, berat. Joko berpelukan dengan Yuni, Ponijan yang mirip Temon itu malah dipeluk dua cewek cantik, Marsitah dan Duwik.</p>
<p>Karena kaki Bu Etik cukup berat, maka terpaksa kuangkat, akibatnya selimutnya mlorot dan pahanya yang mulus itu terpampang jelas di depanku. Berdesir darahku, tapi kucoba tepis pikiran kotor yang melintas sesaat. Bu Etik itu ternyata cantik juga, mirip Camelia Malik. Kesibukan tugas membutakan mataku terhadap kecantikan ibu beranak satu ini. Karena sibuk mengurusi kaki Bu Eti, aku terlepas dari pelukan Endah. Aku meluruskan kaki dan membenahi letak sarungku, bermaksud tidur lagi. Begitu aku merebahkan diri, meletakkan kepala di bantal, Bu Etik langsung miring ke arahku dan memeluk aku !! Entah sengaja atau tidak, tangannya tepat di atas kemaluanku. Hangatnya tangan Bu Etik terasa sekali. Membuat si kecil itu mengedut dan pelan-pelan bangkit. Akal sehatku bermaksud menyingkirkan tangan nakal itu, tapi bisikan setan lebih kuat, maka kubiarkan tongkat wasiatku membesar dan memanjang. Sekarang, tangan Bu Etik bergerak mengurut kemaluanku yang masih tertutup sarung. Genggaman tangannya semakin erat, tapi semakin lembut. Kuamati matanya, masih tertutup.</p>
<p>Tapi aliran nafasnya bukan seperti orang tidur, nafasnya berat dan cepat. Aku belum berani bereaksi, masih ragu-ragu dan juga kawatir kalau menyinggung perasaan beliau, jika kuhentikan. Dia adalah Kepala Sekolah yang berwibawa. Kalau aku berani pegang dia dan marah, bisa panjang urusannya. Satu-satunya yang aman kulakukan adalah membebaskan si kecil dari CD dan sarung yang membuatnya terjepit. Setelah tidak terhalang sarung, telapak tangan Bu Etik semakin terasa panas menggairahkan. Badanku panas dingin. Menahan rangsangan itu sampai gigiku gemeletuk seperti kedinginan. Kesadaranku makin lama makin hilang, otak sudah dikuasai rangsangan birahi yang menggelegak. Tanganku segera mencari sasaran. Kuraba sudut gelap di pangkal pahanya……astaga…….tak memakai CD dan sudah banjir…..?? Karena posisiku berhadapan tetapi lutut Bu Etik melipat ke depan, aku pindah ambil posisi di belakang beliau. Kini aku menghadap ke arah Endah, tetapi berada di belakang punggung Bu Etik. Wanita cantik setengah baya ini masih merem, tetapi tangannya terus mencari kemaluanku. Saat penisku kutempelkan di vaginanya yang berambut lebat itu, tangannya aktif menuntun masuk dan …..blesssss……diiringi dengusan nafas Bu Etik dan dengkur halus orang-orang di depanku, aku terus maju mundur menyodok lubang basah Ibu Kepala Sekolah ini. Dinding vaginanya meremas-remas tongkatku. Jika Endah membuka mata, tentu melihat pemandangan indah, bagaimana tongkat hitam jelek membelah bibir merah sumber keniKmatan. Lubang itu mengeluarkan cairan berbusa yang mengakibatkan tongkat hitam itu dipenuhi busa putih. Lendir kenikmatan. Tusukan itu begitu dalam menembus rahim wanita stw yang cantik ini. Wajahnya yang anggun masih terpejam. Buah dadanya seakan mau tumpah keluar, terguncang-guncang karena sodokan-sodokan yang menggetarkan. Lama berpisah dengan keluarga, menjadikan wanita anggun ini kehausan</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba Bu Etik meluruskan kakinya dan mengubah posisi tidurnya telentang. Kucabut penisku dan kini kutusuk dari atas. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, kubuka selimut yang menutupi dadanya. Kunaikkan beha hitamnya dan muncullah penampakan luar biasa. Buah dada yang montok , kenceng dan putih. Tak sabar bibirku ngenyot putting-putting merah jambu itu bergantian. Di bawah sana, pantat Bu Etik bergerak muter-muter disertai desahan lirih;” Uuhhhh….uhhhh…….uhhh…..” Seluruh pahanya kini terbuka dan dinaikkan, kedua tangannya memegang pahanya yang merapat ke dadanya, sehingga lubang kenikmatannya semakin lebar. Memudahkan penisku untuk keluar masuk. Mengetahui beliau sudah semakin basah mendekati orgasme, gerakan kupercepat, makin cepat dan ………oohhhhh…… kukeluarkan cairan kepuasan itu di dalam!!!! Bu Etik langsung tidur tanpa membereskan kainnya yang tersingkap dan buah dadanya yang luber ke mana—mana. Maka kurapikan seperti semula. Di wajahnya terlihat senyum kepuasan. Kini nafas Bu Etik mengalir teratur. Dengkurnya halus.</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau sudah tertidur pulas membawa mimpi indah. Tak lama aku pun menyusul menuju ke pulau impian. Tapi tengah malam sekitar jam dua aku terbangun oleh suara berisik. Aku tidak bangun, hanya membuka mata, dan meilhat pemandangan langka. Marsitah yang putih mulus itu bertelanjang dada, sedang “naik kuda”. Ponijan cowok hitam berotot tapi berwajah lugu itu, ngorok keras, sementara tongkat hitamnya yang besar keluar masuk lubang kenikmatan Marsitah yang ayu. Tangan Sitah meremas-remas payudaranya sendiri. Gerakannya liar semakin lama semakin cepat. Sampai akhirnya dia ambruk di dada Ponijan yang terus ngorok seperti suara gergaji. Ternyata jika nafsu sudah bicara, cewek se-ayu Marsitah bisa “makan” dengan lahap “bodin” Banyumasnya Ponijan yang hitam legam itu. Memikirkan hal itu ototku tegang lagi. Sayang sekali, tidak lama kemudian sudah terdengar azan Subuh. Tapi KKN belum berakhir.</p>
<p align="justify">Demikanlah kisah nyata Cerita Dewasa pura2 tidur sambil ngentot ini kutulis dengan bumbu di sana-sini, tetapi pointnya  teteap sama. dan saya mohon kritik dan sarannya untuk cerita dewasa diatas untuk kemajuan saya dalam menulis cerita yang lebih panas untuk edisi berikutnya!thanks B4</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://millionairemates.info/2010/06/13/cerita-dewasa-pura2-tidur-sambil-ngentot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Dewasa Keluguan ABG</title>
		<link>http://millionairemates.info/2010/04/27/cerita-dewasa-keluguan-abg/</link>
		<comments>http://millionairemates.info/2010/04/27/cerita-dewasa-keluguan-abg/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 02:49:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[gadis]]></category>
		<category><![CDATA[keluguan]]></category>
		<category><![CDATA[kepolosan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://millionairemates.info/?p=700</guid>
		<description><![CDATA[Cerita Dewasa berikut ini merupakan pengalaman sahabat saya sendiri yang pernah terjadi sekita bukan juni tahun lalu, Sebut saja dia Liana, Cewek ABG yang masih dibilang sangat belia kerana baru berumur sekitar 19 tahun. Liana merupakan ABG lugu yang sangat istimewa dia memiliki tinggi badan sekitar 173, rambut yang lurus, bertubuh sexy dan ukuran payudara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Cerita Dewasa berikut ini merupakan pengalaman sahabat saya sendiri yang pernah terjadi sekita bukan juni tahun lalu, Sebut saja dia Liana, Cewek ABG yang masih dibilang sangat belia kerana baru berumur sekitar 19 tahun. Liana merupakan ABG lugu yang sangat istimewa dia memiliki tinggi badan sekitar 173, rambut yang lurus, bertubuh sexy dan ukuran payudara yang tidak begitu besar namun padat berisi. Liana kuliah di salah satu Universitas di Ibu Kota Indonesia. Orangnya termasuk pendiam, tidak banyak bergaul kerana sedikit memiliki teman, bisa dikatakan anak rumahan kerana kebanyakan waktunya dirumah saja serta latar belakang keluarga keluarga yang lumayan berkecukupan, walaupun tidak bisa dibilang kaya raya.</p>
<p style="text-align: justify;">Singkat kata singkat cerita dewasa ini Pada Suatu hari Liana sedang bersantai di kantin kampus tersebut, ada lelaki yang mengajak berkenalan bernama Yudik. Sontak Liana sedikit shock, karena tidak ada angin dan ujan badai tiba-tiba ada lelaki yang mengajak berkenal dengannya. Karena Liana bukan termasuk tipe cewek yang bergaul, dia pun agak salah tingkah ketika diajak berkenalan oleh Yudik, akhirnya berjabat tanganlah keduanya. Yudik termasuk mahasiswa lawas dan memiliki nama di kampus tersebut karena termasuk dari sebuah geng ternama di Kampus itu. Dia tidak ganteng, hanya memiliki postur tubuh yang menarik dan pandai bergaul. 1 Bulan setelah mereka berkenalan, maka hubungan mereka pun semakin dekat. Suatu ketika Yudik mengajak Liana untuk main ke rumahnya, karena kedua orang tua Yudik sedang pergi keluar kota. Tadinya Liana menolak dan ragu, tapi berkat kemahiran Yudik bersosialisasi dengan berbagai ribu macam alasan akhirnya Liana bersedia main ke tempat tinggalnya si Yudik</p>
<p style="text-align: justify;">Di tempat tinggalnya si Yudik inilah Cerita Dewasa kepolosan dan Keluguan ABG ini dimula berawal ketika Yudik meminta izin waktu sebentar kepada Liana untuk kebelakang berganti pakaian. Beberapa saat kemudia keluarlah Yudik dari kamarnya menggunakan celana boxer dan kaos putih oblong. Karena Liana memang memiliki body yang sexy dan tampang yang lumayan, tiba-tiba saja Yudik mulai berpikiran mesum, tanpa ia sadari kontolnya sudah tegang. Dengan keluguan &amp; kepolosannya Liana bertanya kepada Yudik “dik, itu yang dibawah kenapa tiba-tiba berdiri?”. Karena itu sesuatu yang tidak bisa dikontrol, Yudik pun bingung bagaimana harus menjawabnya. Akhirnya dijawablah apaadanya oleh Yudik, “oh.. ya namanya juga cowok&#8230;”. Memang Liana itu perempuan yang polos dan rada-rada tulalit, jadi hal-hal seperti itu masih tanda tanya untuk dia. Kemudian Liana bertanya kembali, “Kayak gimana sih itu? Penasaran deh&#8230; aku soalnya belum pernah liat seumur idup aku&#8230;”. Sebetulnya Yudik tidak ada niatan untuk berbuat jahat kepada Liana, tapi karena pertanyaan yang begitu ekstrim membuat Yudik pun menjadi terangsang.</p>
<p style="text-align: justify;">ketika yudik terbawa irama keluarlah jawaban yang menjebak dari Yudik, “ Mau liat? Kamu yakin? Nanti kaget lagi&#8230;”. Liana karena saking penasarannya dan dogol, meyakinkan Yudik untuk memperlihatkan kontolnya. Dibukalah boxer Yudik dan terlihatlah kontol yang sudah menegang. “Oh kaya gitu ya punya laki-laki tuh&#8230;. lucu&#8230; boleh dipegang gak?”. Komentar Liana ini memanglah sangat polos, tapi karena Yudik pun sudah terlanjur terangsang dia dekatilah kontolnya kearah Liana. Dengan tanpa rasa bersalah Liana menyentuh ujung kontol Yudik dan memperhatikan bentuk kontol tersebut. Setelah beberapa saat mengamati kontol Yudik, Yudik berbalik bertanya dengan pura-prau bodoh “Emangnya kalo punya kamu kaya apa? Boleh liat?”. Tanap ragu-ragu Liana yang pada saat itu menggunakan Rok, melepaskan semua pakaiannya. Dengan payudara yang sekel dan bulu halus di memeknya, Yudik semakin lepas kendali. “Boleh dipegang ga itunya?” kata Yudik. Liana meiyakan dan Yudik pun mulai menyentuh dan memainkan memek Liana. Tidak lama setelah itu mulai terlihat Liana terbawa oleh permainan Yudik dan mulai terangsang, memeknya pun sudah mulai basah.</p>
<p style="text-align: justify;">mungkin merasa sudah konak dan tidak tahan lagi melihat kejadian ini si Yudik pun meminta izin kepada Liana untuk segera memasukkan kontolnya, Liana pun bingung untuk apa gunanya memasukkan kontol kedalam memeknya. Tapi Yudik meyakinkan Liana dengan menjelaskan bahwa akan ada kenikmatan tersendiri jika kontol nya masuk kedalam memek Liana. Akhirnya Liana pun mengizinkan dan dimasukkan lah kontol Yudik secara perlahan. Karena itu awal kali bagi Liana, sontak Liana mendesah dan teriak. Tetapi Yudik berusaha menenangkan Liana dan mulailah “genjotan” Yudik semakin dipercepat. Ternyata setelah 1 menit berlalu, Keisah mulai menikmati kegiatan itu dan kesakitan yang ia rasakan berubah menjadi desahan halus. 15 menit berlalu dengan berbagai gaya yang diarahkan oleh Yudik, Yudik mencabut kontolnya dan meminta Liana membuka mulutnya, dikeluarkan lah sperma nya kedalma mulut Liana. Liana sedikit kaget, tapi Yudik kembali meyakinkan dia bahwa cairan tersebut tidak berbahaya. Setelah selesai semuanya, Liana diantar balik ke rumah oleh Yudik. Tidak lama setelah Yudik drop Liana dirumahnya, Yudik mendapat SMS yang berisikan “Thanks ya dik.. tadi enak banget rasanya.. gw aja baru tau.. lain kali kalau ada waktu luang kita coba lagi ya! nikmat banget rasannya liana pengen nyoba lagi!</p>
<p style="text-align: justify;">hanya segitulah <a title="cerita sex" href="http://ceritaindonesia.info">cerita sex</a> singkat dewasa diatas Dasar Gadis ABG lugu dan polos banget! tapi gimana lumayan dapat membuat kalian semua ngaceng kan biarpun alur cerita dewasa ini sedikit singkat tapi yah untuk mengisi waktu luang dan membangkitkan nafsu anda ga ada salahnya kan bos! ok tongkrongin terus blog cerita dewasa ini yaaaaaaa broooo</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://millionairemates.info/2010/04/27/cerita-dewasa-keluguan-abg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Dewasa Kawin Paksa</title>
		<link>http://millionairemates.info/2009/09/18/cerita-dewasa-kawin-paksa/</link>
		<comments>http://millionairemates.info/2009/09/18/cerita-dewasa-kawin-paksa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 21:46:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[diperkosa]]></category>
		<category><![CDATA[kawin]]></category>
		<category><![CDATA[paksa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://millionairemates.info/?p=697</guid>
		<description><![CDATA[Cerita Dewasa kali ini menceritakan kisah seks kerana kawin paksa, seorang remaja putri yang terpaksa menuruti permintaan orang tuanya! dia menikah dengan sahabatnya sejak kecil namun bukan sahabat deket tapi mereka bermusuhan dari kecil, berikut cerita dewasannya yang berawal dari pertikaian kecil silahkan simak cerita berikut ini :
&#8220;Wee Jangan ngikutin aku terus kenapa sih!!!&#8221;
&#8220;Ge eR [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Cerita Dewasa kali ini menceritakan kisah seks kerana kawin paksa, seorang remaja putri yang terpaksa menuruti permintaan orang tuanya! dia menikah dengan sahabatnya sejak kecil namun bukan sahabat deket tapi mereka bermusuhan dari kecil, berikut cerita dewasannya yang berawal dari pertikaian kecil silahkan simak cerita berikut ini :<br />
&#8220;Wee Jangan ngikutin aku terus kenapa sih!!!&#8221;<br />
&#8220;Ge eR banget lho jadi cewek, orang mobilku parkir didepan sana&#8221;<br />
Sejenak aku terlibat perang mulut di halaman parkir suatu Mall dengan seorang wanita muda yang sebenarnya sudah jadi temanku sejak kecil. Bahkan ayah kami teman akrab. Cuma dari dulu aku dan dia kerjanya beranteeeem mulu. Trus selalu bersaing di hampir semua bidang. Sama2 stubborn. Ga ada yang mau ngalah. Oh iya, cewe yang kumaksud namanya Hana. Umurnya 22 tahun, sama denganku dan juga bekerja di perusahaan yang sama denganku.</p>
<p align="justify">Orangnya Cantik, manis, dan kulitnya juga putih bersih. Dulu aku ngeledek dia dengan julukan &#8220;Papan gilesan&#8221;, abis bodinya datar banget. Tapi semenjak SMA, aku ga bisa lagi ngejulukin dia kayak gitu lagi. Soalnya bodinya jadi montok sana sini. Bahkan kalo ngeliat sekilas aja, rasanya bedilku langsung naik. Padahal kalo dulu, pengen ngeliatpun nggak.Tapi biarpun gitu, sebenarnya aku sudah lama juga memendam rasa cinta ke Hana. Tapi dasar apes, aku telat beberapa langkah. Dia sekarang pacaran sama Yota, yang notabene adalah musuh gengku waktu SMA dulu. Kayaknya poin yang bikin aku kalah saing adalah, Yota itu ortunya tajir abis. Biarpun ortuku juga lumayan tajir, tapi tetap aja ga setajir ortunya Yota. Dan kelihatannyanya, Hana juga ga ada nyimpan perasaan apa2 buatku. Tapi tetap aja aku ga bisa ngilangin rasa cintaku ke dia.</p>
<p align="justify">Tapi suatu hari, ada peristiwa yang benar2 merubah hidupku dan Hana. Ayahnya Hana tiba2 jatuh sakit, dan lumayan parah. Sudah dibawa berobat sana-sini, tetap aja kondisinya tak membaik. Kabarnya karena komplikasi. Dan akhirnya sampai pada suatu saat Om Santo (ayah Hana) seperti sudah berada di ujung nyawanya. Seluruh keluarganya larut dalam haru. Hana, ibunya, dan adik2nya. Bahkan keluargaku yang ikut menjengukpun juga. Aku hanya bisa terdiam dan turut sedih melihat kondisi om Santo. Soalnya orangnya sudah begitu baik padaku bahkan sejak aku kecil dulu.</p>
<p align="justify">Om Santo (OS) : Papa udah ga kuat lagi, Ma&#8230;!<br />
Tante Santo (TS) : Papa jangan ngomong gitu, dong Pa&#8230;Mama juga ga kuat jadinya.<br />
OS : Tapi bener2 sakit rasanya, Ma&#8230;kayaknya waktu Papa udah ga lama.<br />
Hana : Papa jangan ngomong gitu, dong. Hana belum siap pisah dari Papa.<br />
OS : Ah, Hana. Manusia pasti akan mati, toh. Tapi paling tidak, kamu mau, kan mengikuti satu aja permintaan Papa. Jadi kalo papa pergi pun sedikit ringan jadinya.<br />
Hana : Apa permintaan Papa? Hana pasti turutin, kok.<br />
OS : Janji?<br />
Hana : Janji, Pa!<br />
OS : Menikahlah dengan Joshua (aku&#8230;)!<br />
Hana kaget buka kepalang. Apalagi aku!. Bahkan sepertinya semua orang di ruangan itu ikut kaget.<br />
Hana : Tapi, pa! Hana, kan&#8230;<br />
OS : uups&#8230;kamu, kan udah janji bakal nurutin semua keinginan Papa. Papa sudah dari dulu ingin menjadikan Joshua sebagai menantu Papa. Orang yang bakat gantiin papa ngurusin kamu. Kamu mau, kan, Josh!<br />
Josh : Eeemm&#8230;anu&#8230;Kalo memang itu keinginan terbesar Om, aku pasti nurutin, kok Om!<br />
OS : hoo&#8230;bagus lah&#8230;</p>
<p align="justify">Kulihat Hana hanya tertunduk sambil menangis. Aku bisa paham kalau dia tidak menginginkan hal ini. Tapi mau bagaimana lagi. Ini permintaan terakhir Papanya. Kemudian Om Santo tertidur karena lelah. Kami semua disuruh perawat untuk keluar ruangan agar Om Santo bisa lebih santai. Di luar, keluargaku dan keluarga Hana tampak merundingkan hal tadi. Sementara terjadi perbincangan antara aku dan Hana.</p>
<p align="justify">Hana : Josh! Aku sama sekali ga mau nikah sama kamu! Ini cuma karena Permintaan terakhir papaku aja! Jadi jangan harap aku bakal jadi cinta sama kamu</p>
<p>Josh : Hoi hoi&#8230;emangnya aku mau nikah sama kamu!! Aku mau juga karena Om Santo yang minta!<br />
Hana : Oke!! jadi kalo gitu setelah 4 bulan Nikah, Aku bakal Minta cerai sama kamu! Kalo perlu langsung talak tiga!<br />
Josh : (Kaget&#8230;) Terserah!!!</p>
<p align="justify">Sebenarnya aku langsung uring-uringan mendengar permintaan Hana. Padahal kesempatan hanya satu kali ini. Aku bisa bersatu dengan orang yang kucinta. Aku harus segera menyusun rencana agar Hana tidak lepas dariku.Suasana jadi sedikit kacau. Aku dan keluargaku sibuk mempersiapkan segala keperluan pernikahan. Sedangkan Hana bertengkar dengan Pacarnya. Tapi setelah dia menjelaskan rencananya, keadaan mereka kembali mereda.</p>
<p align="justify">Pernikahanpun dilakukan didepan Om Santo yang kondisinya semakin memburuk, dengan harapan, hal ini akan membuat kondisinya membaik. Selama akad nikah dan resepsi, Hana sama sekali tidak tersenyum. Padahal aku sudah menyuruhnya senyum, soalnya takut ga enak diliat tamu, tapi dia ga peduli. Anehnya, setelah pernikahan kami, kondisi Om Santo naik drastis. Sekarang bahkan sudah bisa duduk dan memberi restu kepada kami.Tiba malam pertama, Malam yang kutunggu-tunggu berikut cerita dewasa malam pertama kami.</p>
<p>Hana : Iiiiihh&#8230;Apaan sih nempel-nempel&#8230;sana!!!<br />
Josh : yeee&#8230;kamu yang apaan! kita ini kan suami istri&#8230;Jadi kalo malam pertama gini ya lakukan yang selayaknya suami istri lakukan.<br />
Hana : Ih!! Ga sudi!! Eh, ingat ya&#8230;kita ini cuma nikah pura2. Toh ga lama aku bakal cerein kamu!</p>
<p align="justify">Aku tidak mendengarkan ucapannya. Aku tetap memaksanya melayaniku, tapi dia juga bersikeras menolak. Akhirnya aku kesal lalu pergi keluar kamar. Aku hanya duduk di balkon sambil merokok. Hal ini sudah berlangsung selama seminggu. Om Santo sudah pulang ke rumah. Tapi kali ini dia menginap dirumahku, biarpun hanya bisa berada ditempat tidur saja. Karena menganggap Om Santo lebih berpengalaman, akupun minta Advise om Santo. Aku menceritakan semua keluhanku. Dan Om Santo yang sekarang kupanggil Papa juga memberiku berbagai saran yang sebenarnya sudah kulaksanakan tapi tetap tak berhasil.</p>
<p align="justify">Josh : Pa&#8230;kalo aku sedikit kasar sama Hana gimana?</p>
<p>OS : eh, jangan! Ga boleh kasar sama Istri!<br />
Josh : Bukan gitu Pa. Maksudnya kalo aku sedikit lebih maksa dengan sedikit kenekatan gimana?<br />
OS : Tapi kamu ga sampe ngelukain istri kamu, kan?!<br />
Josh : Ya ga lah Pa!<br />
OS : Oke&#8230;terserah kamu lah, Nak&#8230;Yang penting nantinya dia bisa dekat sama kamu.<br />
Josh : Oke, Pa&#8230;Makasih.</p>
<p align="justify">Malam ini aku sengaja tidak mendekati Hana sama sekali. Esok malamnya aku kembali memintanya melayaniku. Dan lagi2 dia menolak. Aku tersenyum sinis. Segera kukunci pintu kamar, dan aku kembali mendekati Hana. Kali ini aku membekap dan menahan tubuhnya erat2. Lalu Aku ambil selendang yang kutaroh di sakuku dan kugunakan untuk mengikat tangannya ke besi kepala tempat tidur.</p>
<p align="justify">Josh : Hokeee&#8230;Sekarang kamu ga bisa apa2, kan?!</p>
<p>Hana : Josh! Kamu mau apa?! Lepasin aku!! Ato aku bakal teriak!!!<br />
Josh : Teriak?! haha&#8230;mau teriak apa?! &#8220;Aku Diperkosa!&#8221; gitu? Semua orang sekitar sini juga tau kalo kita suami istri&#8230;!!<br />
Hana : Pokoknya lepasin aku!! Aku ga sudi kalo harus ngelayani kamu!<br />
Josh : Kamu bilang ga mau pun sekarang kamu ga bisa apa2! Terima aja!!!</p>
<p align="justify">Aku mulai menindih tubuhnya dan mencoba mencium bibirnya. Hana terus menghindar. Aku menggenggam kepalanya agar tidak bergerak dan mencium bibirnya. Aku melumat bibirnya dengan penuh Napsu! Ciumanku turun ke leher. Hana mulai sedikit mendesah.&#8221;nggghh&#8230;Josh, jangan&#8230;plis josh!&#8230;ngghh&#8221;. Sementara mulutku bermain di lehernya, tanganku mulai bermain di dadanya. Aku meremas2 dadanya dengan kedua tanganku. Desahan Hana makin menjadi-jadi. Kemudian dengan sedikit kasar aku merobek piyamanya. Ternyata Hana tidak memakai Bra. Dada Bulat padat nan indah itu kini terpampang di depan mukaku. Aku mulai memainkan putingnya yang merah muda itu dengan jariku. Dan kadang sedikit ku pilin. Lalu aku mulai menjilati dan menciumi daerah sekitar putingnya. Trus aku menjilati putingnya dan menghisapnya seperti bayi.</p>
<p align="justify">&#8220;aaaaahhhh&#8230;mmmmmhh&#8230;jangan, josh! pliiiss&#8230;mmmhh&#8230;&#8221;. Hana terus berusaha menyuruhku berhenti meskipun desahannya semakin kuat dan semakin menaikkan napsuku. Aku berpindah dari dada yang kiri ke dada yang kanan. Sementara itu tangan kananku mulai merogoh ke dalam celananya. Hana berusaha menahan dengan menjepit-jepitkan pahanya. Tapi itu justru membuatku lebih bersemangat lagi. Vaginanya terasa basah dan hangat.&#8221;Ah&#8230;kamu ini&#8230;nolak2 tapi basah juga!&#8221;, kataku kepadanya. Hana hanya diam dan mulai meneteskan air mata. Kutarik tanganku keluar dari celananya. Akupun menarik celananya ke bawah dan melemparnya entah kemana. Dan ternyata, hana juga tidak pakai celana dalam. Sehingga Vaginanya yang mulai menyembul terlihat jelas.</p>
<p align="justify">Hana Lalu menutupinya dengan mengapit kedua pahanya. Aku tersenyum kepadanya lalu membuka kakinya kembali. Aku mulai menjilati bagian belakang lututnya. Hana tampak menikmati. Lalu jilatanku terus turun ke Paha dan Sampai ke Vaginanya. Aku memainkan Klitorisnya dengan Hidungku. Lalu menjilatinya. Tubuh Hana mulai kejang. Desahannya tertahan dan dia sedikit menaik-naikkan pinggulnya. Aku semakin bersemangat melihatnya. Tak hanya menjilati, aku bahkan menghisap-hisap Vaginanya.Dan setelah puas dengan vaginanya, Aku segera bangkit dan membuka baju kaosku. Hana sedikit kaget melihat bodiku. Memang, sih aku rajin fitness juga dengan teman satu gengku. Akupun menurunkan resleting celanaku, lalu membuka celanaku beserta celana dalamnya. Penisku sudah tegang dan terhunus ke depan. Kali ini Hana lebih kaget lagi. Ia berusaha menarik tubuhnya ke atas, dan menutupi vaginanya dengan kakinya. Aku menyusulnya lalu melebarkan kembali kakinya. Hana Berusaha berontak.</p>
<p align="justify">&#8220;Josh! Aku bener2 Mohon, Josh! Jangan!! aaaaaaaahhhhhh!!&#8221;. Aku terlanjur menusukkan Penisku ke dalam Vaginanya. Vaginanya terasa sangat sempit. Aku merasakan kenikmatan yang sangat besar, sementara Hana terus berteriak. Kulihat kembali ke bawah. Tampak darah merembes keluar. Jelas aja aku kaget. Masa bos preman kayak Yota tak bisa merebut keperawanan Hana. Aku betul2 senang. Aku mulai menggerakkan pinggulku. Hana kembali mendesah. Sedikit demi sedikit aku menaikkan kecepatan pinggulku. &#8220;ngaaaaaaaahhh&#8230;. aaaaaaaaaahhhh&#8230; jooooshh&#8230; &#8220;. Kali ini Hana hanya mendesah tanpa memintaku untuk berhenti. Perlahan tapi pasti aku mencapai kecepatan maksimal. Kalo dihitung, Hana sudah 3 kali kubuat orgasme. Olahraga rutin membuat staminaku cukup besar dan tahan lama. Setelah sekitar 45 menit aku terus menggenjot Vaginanya. Hana seperti kehilangan kesadarannya. Akupun akhirnya sampai pada batasku.</p>
<p align="justify">Genjotanku semakin kencang, dan akhirnya spermaku menyemprot deras keluar memenuhi Vaginanya, bahkan ada yang merembes keluar. Badanku sedikit lemas dan aku menjatuhkan badanku disamping Hana. Aku melepas ikatannya lalu menciumnya dan berkata, &#8220;Hei&#8230;kita bakal punya anak&#8230;!&#8221;. Air matanya semakin keluar lalu ia memalingkan wajahnya dariku dan menangis. Aku hanya bisa terdiam. Yang kulakukan tetap tak mengubah sikapnya. Kemudian aku sedikit menjauh dan kemudian tidur.Esok paginya aku segera siap2 pergi ke kantor. Jatah cuti dua minggu yang diberikan atasanku tidak kuambil penuh karena toh aku tak bisa bersenang-senang. Aku menelfon atasanku dan mengatakan aku akan masuk kerja hari ini. Atasanku sedikit heran. Om Santo yang rencananya akan pulang pagi ini pun menanyakan hal itu.</p>
<p align="justify">OS : Gimana, josh&#8230;?</p>
<p>Josh : haaah (menghela nafas)&#8230;kayaknya ga berhasil, Pa! Dia tetap aja ga keliatan senang&#8230;<br />
OS : Ya udah sabar aja&#8230;nanti juga mau tak mau dia bakal deket sama kamu. Papa juga dulu sedikit maksa sama mamanya Hana, kok. Dan hasilnya&#8230;<br />
Josh : oh..haha&#8230;gitu ya Pa. Ya udah, hati2 di jalan, ya, Pa!</p>
<p align="justify">Papa dan mamaku mengantar Om santo dan istrinya pulang. Dan aku bersiap pergi ke kantor. Tapi ketika aku melintas di depan kamarku, Hana yang hanya mengenakan piyama tanpa celana berdiri didepan pintu dan terus menatapku.</p>
<p align="justify">Josh : hei&#8230;yang tadi malam, maaf ya. Aku udah kasar. Tenang aja, aku juga bakal ngurus perceraian itu, kok.</p>
<p style="text-align: justify;">Akupun segera berbalik hendak keluar rumah. Tapi tiba2 Hana memelukku dari belakang. Pelukannya semakin erat dan diapun menangis.<br />
Hana : Seharusnya aku yang minta maaf, Josh! Aku bener2 bodoh! Aku dari kemarin terus berusaha menjauh darimu, padahal aku ini Istrimu. Aku tau kamu betul2 cinta sama aku. Tapi aku terus mengharap orang yang belum tentu cintanya kayak kamu&#8230;maaf, ya Josh&#8230;Aku ga mau kamu ceraikan&#8230;Aku mau jadi istri yang baik buat kamu. Dan aku terdiam dan betul2 senang mendengar kata2nya.</p>
<p align="justify">Josh : Hanaa&#8230;ga usah kayak gitu banget. Aku maafin kamu, kok. Oke, aku ga bakal cerein kamu. Tapi gimana dengan Yota?</p>
<p>Hana : Itu bisa kuurus, kok&#8230;<br />
Josh : oke deh&#8230;Akupun mencium bibirnya dan sejenak kami larut dalam ciuman itu.<br />
Hana : Eh, udah mau ngantor? Bukannya masih ada 5 hari lagi?<br />
Josh : ah, rencananya sih emang pengen ngantor hari ini.<br />
Hana : Aku bikinin teh dulu, ya&#8230;<br />
Josh : Oh&#8230;boleh2&#8230;</p>
<p align="justify">Aku betul2 senang. Hana sudah mulai berusaha jadi istri sepenuhnya. Aku hanya memperhatikan Hana meracik teh untukku dari meja makan. Melihat bodinya yang hanya berbalut piyama tipis tanpa bawahan dari belakang membuat napsuku tiba2 naik. Setelah selesai meracik tehnya, Hana tak segera menghantarkannya padaku, ia hanya memegang cangkir berisi teh hangat itu dan tersenyum menggodaku dari meja dapur itu. Aku jadi makin ga tahan.Hana lalu meletakkan tehnya kembali ke meja dapur, lalu ia naik dan duduk di atas meja dapur dengan posisi kaki menyilang. Ia menumpu satu tangannya ke belakang dan tangan satunya mulai membuka kancing piyamanya satu persatu dari atas sambil senyum2 menggodaku. UAAAAAARRRHHH!!! Aku udah ga tahaaaaaaaaaaann!!! Akupun segera menyambar Hana! dan kayaknya hari ini musti bolos ngantor. Sisa cuti 5 hari ini akan kuminta kembali kepada bosku dan harus kugunakan sebaik-baiknya! horeeee&#8230;dan cerita dewasa diperkosa kawin paksa ini akan berlanjut ke cerita dewasa diperkosa part 2 nantikan terus update terbaru mengenai cerita cerita terbaru hanya di blog cerita dewasa ini!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://millionairemates.info/2009/09/18/cerita-dewasa-kawin-paksa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>cerita dewasa waktu kecil</title>
		<link>http://millionairemates.info/2009/09/03/cerita-dewasa-waktu-kecil/</link>
		<comments>http://millionairemates.info/2009/09/03/cerita-dewasa-waktu-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 20:54:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[kecil]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://millionairemates.info/?p=694</guid>
		<description><![CDATA[cerita dewasa waktu kecil ini dimulai pada suatu hari berikut cerita dewasanya: Ohhh kamu ya Wir tante kira siapa siapa mari silahkan masuk. Tapi mulya ga ada. Barusan aja berangkat ke Surabaya ama Bapaknya” Sambut seorang wanita ketika membuka pintu rumahnya. Pagi itu setelah olah raga pagi. Iseng saja aku mampir ke rumah mulya, salah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">cerita dewasa waktu kecil ini dimulai pada suatu hari berikut cerita dewasanya: Ohhh kamu ya Wir tante kira siapa siapa mari silahkan masuk. Tapi mulya ga ada. Barusan aja berangkat ke Surabaya ama Bapaknya” Sambut seorang wanita ketika membuka pintu rumahnya. Pagi itu setelah olah raga pagi. Iseng saja aku mampir ke rumah mulya, salah seorang temanku yang rumahnya juga tidak terlalu jauh dari rumahku. Hitung-hitung cari teman karena subuh tadi kedua orang tuaku juga ada acara ke Jakarta, seminggu malah. Acara kmulyar katanya. “Oo, mulya emang liburan di Surabaya ya tante?” tanyaku basa basi. Padahal kemarinnya juga aku tahu kalo temanku tu mau ke Surabaya menghabiskan liburan semesteran di sana. “Iya. Lho mulya nggak bilang ta?” jawab wanita itu. Aku hanya tersenyum. “Iya tante, aku cuman mau ngopy game di komputernya mulya, kalo boleh.” Jawabku mencari alasan. “Ooo, gitu ta.. itu lho kamu langsung aja ya, aku nggak tau” ujar wanita itu yang tidak lain adalah bu teguh, ibu salah seorang teman sekolahku. Aku segera masuk ke dalam rumah itu. Aku memang sudah hafal betul dengan rumah itu. Maklum aku sering bermain di sana. Segera aku menghidupkan komputer yang ada di ruang tengah. “Ta tinggal ke dapur ya” ujar bu teguh sambil berlalu. Kupandangi wanita itu berjalan sampai menghilang di balik pintu. Entah kenapa di usia yang masih sangat dini itu aku sudah menyukai lawan jenisku. Aku juga nggak tahu kenapa dadaku selalu berdegup kencang dan darahku seakan mengalir lebih cepat bila melihat wanita cantik. Dan yang lebih aneh lagi, kemaluanku sering kali menegang. Aku lebih suka dengan wanita yang usianya jauh di atasku bahkan tidak jarang ibu-ibu, mungkin karena tubuhnya sudah terbentuk lain dengan teman sebayaku. Nah, bu teguh ini termasuk salah satu favoritku. Wajahnya lumayan cantik. Kulitnya tidak putih tapi body nya amohay. Tidak langsing sih tapi juga tidak gemuk. Tapi yang menjadi perhatian adalah buah dada nya yang montok alias besar.</p>
<p style="text-align: justify;">“Permisi” terdengar suara wanita dari pintu depan yang membangunkanku dari lamunan. Tak lama kemudian bu teguh keluar dan menemui temannya di ruang tamu. Tampaknya mereka bertengkar. Tamu yang ku ketahui namanya bu Sri terlihat marah-marah ke bu teguh. Aku sendiri berusaha tidak mendengarkan sambil sibuk mengutak-atik komputer. Tak lama kemudian bu Sri terlihat pulang tetapi masih dengan marah-marah. Bu teguh hanya terus meminta maaf kepadanya. Merasa nggak enak aku ingin segera pamit. Setelah mengantar bi Sri keluar, bu teguh duduk di sofa tengah sambil menghela nafas panjang. Tanpa kuminta, wanita itu menceritakan kalau ia terbelit hutang pada bu Sri untuk membeli perhiasan. Awalnya sih cuman 400ribu, tapi sekarang malah jadi sejuta lebih, gerutunya. “Mungkin, pak teguh harus tau. Tapi dia pasti marah besar” gumam bu teguh. “Eh, maaf ya, malah cerita ke kamu Wir.. sudah game nya?” sik ya ta buatin minum. Aku hanya diam melihatnya berlalu. Kasihan juga wanita ini. Salahnya juga membeli barang ke rentenir. Tapi aku meraa sangat iba kepadanya, aku ingin sekali membantunya.tapi gimana caranya? Kulihat secarik kartu nama di atas sofa. Di sana tertera nama Bu Sriyatun, yang pasti wanita itu tadi. Lengkap dengan alamat dan nomor teleponya. Tak lama kemudian wanita itu muncul membawa segelas the hangat.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah minum teh, aku segera pamit. Entah kesambet darimana, aku akhirnya menuju alamat bu Sri yang sebelumnya mampir ke ATM untuk mengambil uang. Aku mengaku keponakan bu teguh dan segera membayar semua hutangnya pada bu Sri itu. Jumlahnya lumayan, total Rp. 1.400.000,-. Untung aja uangku cukup. Setelah itu aku langsung pulang, kuitansi pembayaran kata bu Sri akan dikirim ke rumah bu teguh.Sore sekitar pukul setengah empat, aku terbangun oleh suara telepon rumah yang berdering. “Halo, bu Edy ada?” tanya suara itu. Aku menjelaskan kalau orang tua ku sedang ke Jakarta. “Dari siapa? Tanyaku balik. “Ini Wira ya? Ini bu teguh, mama mu nggak ada ya?” tanya lagi. Aku juga heran kenapa wanita itu yang notabene juga terhitung tetangga langsung menutup teleponnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa saat kemudian bel rumah yang berbunyi. Ternyata bu teguh yang datang. “Kamu sendirian di rumah? Tanya wanita itu langsung masuk tanpa kusuruh. “Iya, papa mama ke jakarta, kebetulan bi Inah juga mudik” jawabku sambil duduk. “Eh, kamu ta tadi yang ke bu Sri? Tanya wanita itu sembari duduk di sebelahku. Aku mengangguk menahan kaget karena dia langsung duduk di sampingku. “Trus kalo mamamu tau” tanyanya. Aku menjelaskan padanya kalo mamaku juga nggak tau kalo aku punya tabungan itu, jadi aman. Wanita itu sangat berterima kasih padaku dan berjanji kalo punya uang, ia akan membayarnya. Kemudian ia pamit pulang. “Eh, ntar malem kamu nginep di rumah aja wir” ujar bu teguh sebelum keluar dari pintu. “Di rumah juga sepi, pak teguh baru pulang dua hari lagi. Gimana?” tanyanya. Aku bingung mau menjawab. “Gini wis, nek iya nanti kamu telp aku dulu ya!” ujarnya. “Enak-enak, kalo nginep dirumah” ujarnya kemudian pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu baru menunjukkan jam 7 malam, aku cukup merinding di rumah sendirian. Akhirnya ku pertimbangkan ide untuk tidur di rumah bu teguh walaupun sebenarnya aku malu. “Halo” Eh, maaf bu, ini Wir, eee… anu bu.. saya” ujarku terputus-putus. Wanita itu menyambut baik. Malahan ia menyuruhku untuk lewat pintu samping belakang soalnya pintu ama pagar depan rumahnya sudah terlanjur dia kunci. Setelah kukunci semua pintu, aku melangkah menuju rumah wanita itu. Dengan ragu kuketuk pintu yang ada di samping belakang rumah itu. “Kamu wir??” terdengar suara dari balik pintu sebelum pintu itu terbuka. Aku segera masuk ke rumah tersebut. Ternyata ia sudah menyiapkan makan malam untukku. “Maem yang banyak ya, aku mau melanjutkan nata lemari” ujarnya sembari menuju masuk kamarnya. Setelah menghabiskan makanku aku segera menuju ruang tengah dan menyalakan TV. Tak lama kemudian bu teguh muncul dan duduk di sebelahku. “Akhirnya selesai juga” gumamnya seraya mengusap keringat di kepalanya. “Wuh, sumuk pol! Ganti baju dulu ae” ujarnya sendiri lalu melangkah masuk ke kamarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa saat kemudian ia muncul dengan mengenakan daster tanpa lengan berwarna merah marun dan kembali duduk di sofa panjang tempat aku duduk. Ia lalu mengikat rambutnya yang sebahu dengan karet. Tanpa sengaja aku melihat gerak gerik wanita itu. “Heh, liatin apa!” hardik bu teguh yang mengagetkanku. “Eh, anu.. eh.. ketiaknya bu teguh kok banyak bulunya” jawabku seadanya. “He, iya. Belum dicukur he.. ya iya lah.. nanti kamu juga gitu, kalo udah dewasa” jelasnya. Aku hanya mengangguk. “Eh kamu udah sunat wir?” tanyanya. Aku menggeleng. “Iya nanti, kalo kamu udah sunat, trus kamu mimpi basah, itu berarti kamu dah gede” ujarnya. “Mimpi basah??” gumamku. Beberapa bulan terakhir ini sebenarnya ada kejadian aneh pada diriku. Aku sepertinya mengompol tapi yang kukeluarkan bukanlah air kencing seperti biasanya, tapi sesuatu yang lengket dan berbau aneh. Warnanya putih seperti bubur kanji. Karena takut, aku tidak menceritakannya pada orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">“Iya mimpi basah wir, kayak ngompol tapi bukan ngompol, emang kamu pernah ta? Tanyanya sembari menoleh kepadaku. Aku menggeleng. “Nggak pernah bu” jawabku berbohong. “Iya pun ga papa wir, itu normal kok. Semua laki-laki akan gitu, tapi iya sih kamu kan belum sunat” ujarnya.”kalo bukan pipis, apa yang keluar? Tanyaku pelan memberanikan diri karena aku juga penasaran. Wanita itu tersenyum. “Yang keluar air mani wir. Nah, air mani itu mengandung sperma” jelasnya. “Air mani??” gumamku. “Iya air mani, eh kamu dah pernah paling..kok nanya-nanya” tanyanya balik. “Enggak kok bu, nggak” jawabku cepat. “G usah bohong..” ga papa kok, ga usah malu” timpalnya. “Sebenarnya iya sih, tapi saya takut” jawabku pelan dengan kepala tertunduk. “Nggak perlu takut wir, iu wajar kok. Tu berarti kamu dah dewasa wir” katanya sambil tangannya mencubit hidungku ringan. “Dewasa??” gumamku pelan. “Iya dewasa wir” timpal bu teguh. Kemudian wanita itu memandangiku dan sesaat kemudian terlihat senyuman tersungging di bibirnya. Aku tidak mengerti apa maksudnya. Kemudian ia duduk tepat di sebelahku bahkan berdempetan denganku.</p>
<p style="text-align: justify;">Bu teguh lalu memegang tanganku dan dibelainya. “Makasih ya wir, kamu baik sekali ama aku” gumamnya. Wanita itu mengingatkanku tentang pembayaran hutangnya tadi siang. Entah apa yang kurasakan saat itu. Yang jelas sentuhan tangannya membuat darah di tubuhku mengalir lebih cepat dan seakan-akan mengumpul di kemaluanku yang langsung menegang. Nafsuku semakin menggelora apalagi ketika wanita itu mencium tanganku dan mengelus-eluskannya ke pipinya yang terasa lembut. Hasratku semakin menjadi-jadi seakan tak peduli kalau wanita itu adalah ibu dari temanku. Entah setan mana yang merasukiku, spontan saja aku mencium pipi kiri wanita itu. Wanita itu terhenyak dan langsung menoleh ke arahku dengan pandangan yang tajam. Melihat reaksinya aku langsung takut dan merasa sangat bersalah. “Ma.. ma..af bu” gumamku pelan sambil menundukkan wajahku. Kemudian bu teguh menyentuh daguku dan mengangkatnya seakan ia ingin aku melihatnya. Kulihat wajah wanita itu tersenyum yang sangat melegakan hatiku sebagai tanda kalau ia tidak marah dengan perbuatan nekadku tadi. “Eh yang kanan belum wir” ujarnya sambil seperti menyodorkan pipi kanannya. Aku hanya diam karena takut. “Lho kok malah takut?? Tadi kamu malah curi-curi ngesun, sekarang dikasih malah ga mau?!” ujarnya lagi. “Hayo mau apa nggak, ntar malah aku nggak mau lho??” tanyanya setengah menggoda. “Mau, aku spontan menjawab dan langsung mencium pipi kanan wanita itu. “Nah gitu dong..itu namanya dah gede! kamu suka wir??” Tanya bu teguh. Aku mengangguk pasti. Tanganku segera membetulkan posisi kontolku yang langsung berdiri mengeras setelah tadi mengecil ketika takut kalau-kalau wanita itu marah padaku. Kedua mata bu teguh menangkap basah gerakan tanganku. “eeee… kontolmu berdiri ya???” Tanya wanita itu sambil mencubit hidungku. Aku menggeleng berbohong tapi wanita itu sepertinya tidak percaya, terlihat dari senyumannya. “Kamu dah sering onani ya?” tanya bu teguh kemudian. “onani???” apaan tuh?? Pikirku. Aku hanya menggeleng. “Ah masak… nggak usah bohong deh…” kejar wanita itu sambil mencubitku. Kini perutku yang jadi sasaran. “Onani itu apa bu? Tanyaku balik. “Trus kalo kontolmu berdiri kayak gitu kamu ngapain?” lanjutnya. Aku hanya menggelengkan kepalaku menjawab pertanyaan wanita itu. Sejenak ia terdiam.</p>
<p style="text-align: justify;">“wir, aku punya sesuatu buat kamu tapi kamu harus janji tidak menceritakannya pada siapapun juga. Bisa wir??” tanya bu teguh sambil menatapku yang tidak mengerti apa maksud perkataannya. “Janji ya wir???!” ujarnya lagi. Aku hanya mengangguk tanpa mengerti maksudnya. Lalu wanita itu berdiri tepat di depanku. Dengan sigap ia melepas daster yang dikenakannya. Aku terkejut sekali melihat pemandangan yang baru pertama kali itu kulihat dalam hidupku. Wanita itu berdiri di depanku dengan hanya mengenakan BH dan CD saja. Belum aku menenangkan diri, wanita itu kemudian melepas BH yang dipakainya dan tersembulah buah dada wanita itu yang lumayan besar meski sudah agak turun. Tidak hanya itu, wanita itu lalu melorotkan celana dalam yang dipakainya sehingga ia benar-benar telanjang bulat di hadapanku. Pandanganku tertuju pada bagian bawah perutnya yang ditumbuhi bulu yang lumayan banyak. Sesaat wanita itu sibuk merapikan rmbutnya dan mengikatnya dengan karet.Lalu bu teguh menghampiriku dan mengulurkan tangannya seakan menyuruhku untuk berdiri. Ia langsung berusaha melepas celana pendek yang aku pakai.</p>
<p style="text-align: justify;">Anehnya aku hanya diam saja waktu ia melorotkan celanaku sehingga kemaluanku yang waktu itu tidak begitu besar langsung tersembul keluar, berdiri tegak lengkap dengan kulupnya. Maklum kala itu aku masih belum sunat. Tanpa banyak bicara wanita itu lalu menarik kulup t*t*tku sehingga bagian dalam kepalanya yang berwarna kemerahan tersembul keluar. Aku seperti terhipnotis ketika bu teguh langsung menjilati lat pipisku yang sangat keras itu. Terasa sangat geli dan enak. Nafasku mulai memburu. Apalagi ketika ketika mulut wanita itu mengulum kepala kontolku dan memainkannya dengan lidahnya. Aku sangat menikmati permainannya. Beberapa saat kemudian wanita itu bangkit. “ayo gentian” gumamnya kemudian duduk di sofa. Kedua kakinya dibuka sehingga pangkal pahanya terlihat jelas. Itu pertama kalinya aku melihat bagian paling sensitive dari seorang wanita yang usianya jauh di atasku. “Ayo dong wir, jangan diliatin aja” perintah wanita itu. Aku langsung mendekatkan wajahku kea rah nagian kewanitaannya dan menciumnya. Baunya khas sekali dan sangat merangsang.</p>
<p style="text-align: justify;">Bentiknya juga indah sekali seperti lipatan-lipatan daging. Aku semakin bernafsu menjilatinya. Kurasakan semakin lama memek wanita itu semakin basah oleh lender. Nafas wanita itu mulai ngos-ngosan. Mulutnya mendasis dan meracau seperti orang kepedesan. Sesekali tangannya mengusap-usap kepalaku. Entah insting dari mana, aku ingin sekali memasukkan kontolku ke dalam lubang itu. Aku lalu berdiri dan mengarahkan kontolku ke memeknya. “Iya wir, ayo masukin” gumam wanita itu sambil meraih batang kemaluanku dan dirahkannya dengan tepat. “dorong wir” gumamnya. Dan dengan sekali dorong , “bleshh” batang kemaluanku terbenam dalam liang memek bu teguh. Aku rasakan kemaluanku bagai dihimpit sesuatu yang hangat, basah dan berdenyut. Sensasi yang luar biasa. Sadar dengan aku yang masih belum tau apa-apa. Wanita itu mulai menggoyangkan pinggulnya yang terasa semakin nikmat. Aku makin mengerti. Pelan aku mengimbangi gerakannya dengan menggoyangkan pinggulku maju mundur yang makin lama semakin cepat. “Iya wir gitu… sssttsss… ayo dre… ohhh” mulut bu teguh semakin meracau. Ia kemudian hanya diam seperti menikmati kontolku yang mengocok-ngocok kemaluannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Gerakanku makin cepat. Tapi belum 1 menit aku merasa ingin pipis. Kucoba kutahan tetapi aku tak kuasa. Takut akan kenapa-kenapa segera kutarik keluar t*t*tku ketika semuanya seperti mengumpul di kepala kontolku. Secara reflek ku pegang kemaluanku sendiri dan tidak mengarahkannya ke wanita itu. akhirnya…ooooohhhhh “cret… cret… crettt… crettt…” kontolku menyemburkan cairan banyak sekali diiringi dengan kenikmatan tiada tara. Aku sampai merem melek karenanya. Wanita itu bangkit dan meraih kontolku dan mengocoknya. “enak wir??” Tanya wanita itu dengan suara parau. Aku mengangguk sambil menikmati sisa-sisa kenikmatanku. Tubuhku terasa lemas sekali. Seluruh tenagaku seperti habis terkuras. “Kok dikeluarkan di luar sih? Di dalem kan enak” gumam bu teguh lagi. Ia lalu menjelaskan bahwa yang kualami tadi adalah klimaks, dan yang ku keluarkan adalah air mani yang di dalamnya terkandung spermaku. Kulihat air maniku berceceran banyak sekali di lantai dan sofa rumah itu. Putih kental seperti yang kukeluarkan pada waktu mimpi basah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tante juga enak??” tanyaku akhirnya bersuara. “iya enak tapi aku belum keluar kamu dah keluar dulu, ga jadi deh” jawab wanita itu. “eh habis ini lagi ya?! Aku juga pengen kluar” ajaknya sambil membersihkan cairan spermaku dengan dasternya. Kemudian ia mengajakku ke dalam kamar. Kami melakukannya lagi. Ia juga mengajariku berbagai macam gaya bercinta dan cara menahan klimaksku. Hamper 1 jam aku dan wanita itu saling memacu birahi dalam permainan yang penuh kenikmatan. Tak peduli keringat dan tenaga yang keluar, yang penting nikmat. Di permainan yang kedua aku juga beberapa kali berhasil membuat wanita itu mencapai puncak kenikmatannya. Sampai akhirnya kemaluanku memuntahkan air maniku untuk kedua kalinya. Tapi kali ini di dalam lubang memek wanita itu yang rasanya jauh lebih enak daripada yang pertama tadi. Lalu kami berdua tidur kelelahan.hehehe cerita dewasa waktu kecil ini akan berlanjut ke cerita dewasa setelah dewasa part 2 jadi selalu setia di <a href="http://millionairemates.info">blog cerita dewasa</a> ini</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://millionairemates.info/2009/09/03/cerita-dewasa-waktu-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Dewasa Guru Idola</title>
		<link>http://millionairemates.info/2009/08/25/cerita-dewasa-guru-idola/</link>
		<comments>http://millionairemates.info/2009/08/25/cerita-dewasa-guru-idola/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 16:29:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://millionairemates.info/?p=692</guid>
		<description><![CDATA[
Cerita Dewasa berikut ini dikirimkan oleh saudara  Wahyu. berikut cerita dewasa dari beliau, Aku siswa SMA di sebuah sekolah negeri Jakarta.  Aku merupakan siswa yang dibilang cukup pintar di kelasku. Apalagi  setelah aku menang olimpiade komputer tingkat provinsi, namaku jadi  makin dikenal di sekolahku. Nilai-nilai ku di sekolah juga bisa  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">
<p>Cerita Dewasa berikut ini dikirimkan oleh saudara  Wahyu. berikut cerita dewasa dari beliau, Aku siswa SMA di sebuah sekolah negeri Jakarta.  Aku merupakan siswa yang dibilang cukup pintar di kelasku. Apalagi  setelah aku menang olimpiade komputer tingkat provinsi, namaku jadi  makin dikenal di sekolahku. Nilai-nilai ku di sekolah juga bisa  terbilang bagus. Selalu dapat nilai diatas 7. Kecuali pelajaran pkn,  pelajaran yang paling susah menurutku. Aku tidak pernah mendapat bagus.  Paling bagus cuman dapat 7. Hari rabu ini, aku belajar seperti biasa.  Tapi saat pelajaran pkn, bu tanti, guru pkn ku tidak masuk. Biasanya bu  tanti tidak pernah telat. Seperti biasa, kalau tidak ada guru masuk,  kami sekelas selalu ngobrol di kelas. Tiba-tiba ada seseorang perempuan  yang tidak kukenal masuk ke kelas ku.</p>
<p>    Bu guru : &ldquo;Hayoo jangan  pada berisik. Oh iya perkenalkan, nama saya ibu diah. Umur 21 tahun.  Ibu ada disini karena ibu dipesen sama ibu tanti untuk ngajar disini  karena beliau sakit dbd. Ibu seterusnya akan menggantikan ibu tanti  mengajar disini selama 1 semester karena ibu lagi praktek kerja  lapangan untuk belajar jadi guru.&rdquo;<br />
  Anak-anak : &ldquo;Yaaaahhhhhh but anti engga masuk deh&rdquo;, jawab teman-temanku serentak sambil senyum<br />
  Bu diah : &ldquo;halah ibu tau kalian pada seneng kan? Oke ibu dipesen kalo hari ini ibu ngajar bab 2. Coba buka buku kalian&rdquo;<br />
  Anak-anak : &ldquo;Iya buu&rdquo;<br />
Anak-anak  begitu antusias ketika pertama kali diajar bu diah. Dulu selama diajar  bu tanti tidak pernah seperti ini. Bu diah masih muda, cantik, baik  lagi. Coba dia jadi pacarku, wah aku seneng banget, pikirku dalam  lamunanku. Sejak kehadiran bu diah, aku lebih sering melamun. Terlalu  sering liatin bu diah ketimbang liat buku. Bagiku, bu diah adalah cewe  yang ideal. Tak terasa sudah bel istirahat sekaligus jam bu diah hari  ini sudah selesai.<br />
Bu diah : &ldquo;sebelum ibu keluar, ibu mau kasitau kalo minggu depan ulangan bab 2. Ibu dipesen bu tanti&rdquo;</p>
<p>Anak-anak : &ldquo;yah kok baru diajar sebentar langsung ulangan sih? Bikin soal yang gampang ya bu&rdquo;<br />
Bu diah : &ldquo;yaudah ibu bikin yang gampang. Tapi kalian semua harus dapet bagus ya? Oke ibu keluar dulu. Selamat siang anak-anak&rdquo;<br />
Anak-anak : &ldquo;asiik ulangan nya dibikin gampang. Selamat siang bu&rdquo;<br />
Sepulang  sekolah aku langsung buka buku pkn. Aku belajar biar dapet bagus dan  demi bu diah aku belajarnya hehehe. Tidak seperti biasanya, aku  sepulang sekolah selalu belajar, kecuali pkn. Karena ada bu diah aku  jadi semangat untuk dapet bagus.</p>
<p>Seminggu kemudian, bu diah  menepati janjinya untuk mengadakan ulangan. Bu diah membagi-bagikan  soal ke setiap anak. Begitu aku menerima soal dan aku liat, agak susah  menurutku. Aku kerjakan nomer yang aku bisa. Sisanya yang aku engga  bisa aku lewatin dulu. Begitu aku liat temenku yang lain, udah hampir  selesai padahal waktu ulangan masih 40 menit lagi. Terpaksa aku liat  jawaban temenku yang duduk di sebelahku. Kebetulan bu diah lagi keluar  sebentar, jadi ada kesempatan buat aku untuk nyontek. Baru nyontek 2  nomer, tiba-tiba bu diah masuk ke kelas dan sempet liat aku lagi  nyontek, tapi bu diah tidak menegurku dan malah mengawasi anak yang  lain. Sepertinya bu diah membiarkan saja dan pura-pura tidak tahu atas  apa yang aku perbuat tadi, tapi apa urusanku. Yang penting sekarang ada  4 nomer kosong lagi yang harus diisi. Aku jadi lebih berhati-hati dan  lebih memperhatikan situasi. Setiap kali bu diah mengawasi anak lain  aku langsung nyontek temenku. Tak terasa sudah bel. Aku langsung  mengumpulkan jawabanku ke bu diah. Dan setelah semua anak mengumpulkan  jawaban, bu diah mengucapkan selamat siang sambil keluar kelas. </p>
<p>Aku  masih kawatir sama kejadian yang tadi. Apa bu diah engga marahin aku  tapi nilaiku dibikin jelek nantinya? Ah sudahlah nunggu bu diah koreksi  jawaban aja, pikirku. 2 hari setelah ulangan, bu diah masuk ke kelasku  untuk membagikan hasil ulangan. Anak yang dipanggil namanya langsung  maju dan menerima hasil ulangan nya. Begitu namaku disebut, aku melihat  nilai 6,5. Sebelum aku kembali ke tempat duduk, bu diah bilang &ldquo;nanti  pulang sekolah kamu ke ruang guru ya. Ada yang mau ibu bicarain sama  kamu.&rdquo; Aku langsung deg-degan. Tapi aku sudah berusaha mencoba tenang  dan tidak akan diomelin nanti.<br />
Sepulang sekolah, aku langsung menghadap bu diah.<br />
Bu diah : &ldquo;Wahyu, kok cuman kamu yang dapet jelek? Padahal kan gampang itu ulangan nya.&rdquo;<br />
Wahyu : &ldquo;saya udah belajar bu. Seminggu yang lalu pas ibu bilang mau ulangan saya langsung belajar pkn&rdquo;<br />
Bu  diah : &ldquo;walaupun begitu, kamu masih tetep kurang maksimal belajarnya.  Gimana kalo ibu kasih kamu tambahan biar kamu dapet bagus?&rdquo;<br />
Wahyu : &ldquo;wah boleh tuh. Dimana bu?&rdquo;<br />
Bu  diah : &ldquo;ini alamat rumah ibu. Kamu dateng hari minggu siang. Tapi  jangan bilang siapa-siapa ya kalo kamu dapet tambahan&rdquo;, memegang kedua  tanganku sambil tersenyum.<br />
Wahyu : &ldquo;Oke bu. Yang penting nilai saya jadi bagus&rdquo;<br />
Aku  langsung salaman sama bu diah dan bergegas pulang ke rumah. Alangkah  senangnya aku hari ini, karena cuman aku yang dapet tambahan sama bu  diah dan aku disenyumin bu diah. Bener-bener cantik. Aku jadi makin  suka sama bu diah. Dari pulang sekolah, aku senyum terus. Sampe-sampe  pas di bis aku diliatin sama ibu-ibu. Sampe rumah aku langsung mikirin  bu diah terus. Seandainya bu diah jadi pacarku, terus aku mikir ah  engga mungkin itu. Daripada mikir yang engga jelas terus mending  belajar aja deh.</p>
<p>Hari minggu jam 1 siang, aku pergi ke rumah bu  diah. Rumahnya engga begitu jauh. 10 menit dari rumahku. Aku melihat  rumah bu diah yang sederhana tapi bersih. Aku memencet bel 3x, bu diah  keluar.<br />
Bu diah : &ldquo;Oh Wahyu ibu kirain siapa. Ayo masuk, engga dikonci kok&rdquo;<br />
Aku  langsung masuk begitu dipersilahkan. Bu diah memakai baju biru dengan  rok hitam yang ketat. Aku jadi makin suka sama bu diah.<br />
Bu diah : &ldquo;Kamu mau minum apa?&rdquo;<br />
Wahyu : &ldquo;Engga usah repot-repot bu. Apa aja boleh&rdquo;<br />
Tak  lama kemudian, bu diah membawakan aku air putih. Setelah aku meminum  sedikit, bu diah langsung mengajariku bab 2. Aku jadi lebih mengerti  kalau diajarin sama bu diah. Tak terasa sudah 2 jam belajar sama bu  diah.<br />
Wahyu : &ldquo;Bu makasih ya, saya jadi lebih ngerti kalo diajarin sama ibu. Saya pulang dulu ya&rdquo;<br />
Bu diah : &ldquo;Kamu jangan pulang dulu deh, masa cuman belajar? Oya kita ngobrolnya pake aku kamu aja. Nonton tv dulu aja&rdquo;<br />
Wahyu : &ldquo;yaudah terserah kamu aja deh&rdquo;<br />
Akhirnya  kami ke ruang tengah dan duduk di sofa sambil nonton tv. Tiba-tiba dia  menyandarkan kepalanya di bahuku. Aku beranikan diriku untuk membelai  rambutnya.<br />
diah : &ldquo;Aku ada hadiah buat kamu nih, tapi tutup mata dulu ya&rdquo;<br />
Wahyu : &ldquo;Kenapoa engga langsung kasih aja?&rdquo;<br />
diah : &ldquo;kamu nih disuruh tutup mata tapi masih buka, ih bandel&rdquo;</p>
<p>Aku  mengalah saja. Kututup mataku sambil bertanya-tanya dalam hatiku, apa  yang mau dia kasih. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang lembut di  bibirku, ketika aku membuka mataku, aku terkejut melihat guruku sendiri  menciumku. Aku menyedot lidahnya sambil kucium-cium bibirnya, lalu  kuteruskan dengan mencium-cium daun telinga dia sambil berkata &ldquo;Aku  sayang kamu&rdquo;. Setelah daun telinga, kuterusi ke leher, kupegang-pegang  leher bagian belakang dengan kedua tanganku sambil kucium-cium  lehernya. Dia begitu menikmatinya hingga matanya merem melek dan  mendesah. Dari leher tanganku turun ke dada, kuremas-remas dadanya  sambil kujilati putingnya. Desahan nya semakin kencang, kugigit pelan  puting kiri nya, tangan nya sambil mengocok penisku. Aku langsung ganti  posisi 69. Aku bisa melihat dengan jelas memiaw diah&hellip; baunya harumdan  segera kujilat, rasanya benar-benar enak. Pasti dia sering memelihara  badan nya. Kumainkan lidahku di baguan klitoris dan labia mayora,  sembari kumasukkan lidahku ke dalam liang vagina nya. Erangan nya  tambah kencang. Sedotan diah juga enak, seluruh batang penisku  dilumatnya, benar-benar enak. Saking enaknya, tak terasa aku sudah  dibuat keluar oleh diah. Setelah aku mencapai kepuasan, kini gantian  diah yg aku buat puas. Aku memasukkan jariku ke dalam lubang vagina nya  sambil kujilat-jilati bibir vagina diah yang berwarna pink.</p>
<p>&ldquo;ahh&hellip; aku engga tahan nih&rdquo;<br />
Kupercepat  gerakan tanganku ke dalam vagina nya sambil kupegang klitoris nya dan  akhirnya dia orgasme juga. Orgasme nya benar-benar deras sampe  membasahi muka ku dan sebagian ranjang nya.<br />
&ldquo;Wahyu maafin aku ya, keluar sampe banyak gitu ngenain muka kamu&rdquo;<br />
&ldquo;kalo kamu yang keluarin engga apa-apa&rdquo;, aku langsung mencium bibir nya.<br />
&ldquo;masukin ademu ke dalem marmutku dong&hellip; kepengen nih aku&rdquo;</p>
<p>Aku  ambil posisi missionary, kumasukkan adekku dengan perlahan, masuk ke  dalam vagina nya benar-benar sempit. Dia masih perawan, kumasukkan  dengan perlahan penisku agar dia tidak kesakitan. Kupercepat sedikit,  diah tampaknya meringis kesakitan, ku tak perdulikan erangan itu.  Langsung ku masukkan seluruh penisku ke dalam vagina nya. Yeah aku  mendapat perawan nya diah. Dia tampak menangis kecil menahan kesakitan,  langsung saja kucium untuk meredakan efek sakitnya. Aku mulai  mempercepat permainanku. Expresi muka diah berubah, tadinya agak  kesakitan sekarang berubah menjadi penuh nafsu. diah makin menikmati  permainanku, ditambah desahan nya makin kencang. Aku pikir penisku  mengenai bagian g-spot nya. Kusodok penisku di bagian itu, tak lama  diah pun mengalami orgasme yang kedua. Aku mengajak diah untuk ganti  posisi wot. Penisku perlahan dimasukkan ke dalam vagina nya&hellip; Bless,  benar-benar nikmat, ditambah dengan otot vagina nya yang meremas  penisku membuat kenikmatan nya bertambah. Dia terus mendesah keenakan,  goyangan nya hot juga, padahal baru pertama kali merasakan sex. 6 menit  kemudian, goyangan nya makin cepat. &ldquo;ahh aku mau keluar lagi nih&rdquo;</p>
<p>&ldquo;eh jangan keluar dulu, barengan aja sama aku. aku juga bentar lagi kok&rdquo;<br />
Akhirnya  kami keluar secara bersamaan. Sperma ku banyak keluar di dalam dan dia  orgasme juga cukup banyak. Setelah kami &ldquo;bertarung&rdquo;, diah memeluk ku  dan menciumku. &ldquo;makasih ya sayang, kamu udah bikin aku ngerasain  nikmatnya bercinta&rdquo;<br />
&ldquo;ya sama-sama sayang. Ngomong-ngomong, kamu mau  engga jadi pacarku? Aku sayang banget sama kamu. Sejak pertama kali  liat kamu, mulai ada perasaan suka sama kamu. Aku selalu mikirin kamu  terus di rumah. Aku juga dulu kepengen kamu jadi pacarku.&rdquo;. diah  terdiam sejenak. Dia menitikkan air mata.<br />
&ldquo;aku juga sayang sama kamu. Aku engga mau kehilangan kamu.&rdquo;<br />
Kami berpelukan dan berciuman lagi. Tak terasa sudah jam 3 sore. Kemudian aku pamit sama diah untuk pulang.<br />
Hari-hari  berikutnya berlangsung seperti biasa, tidak ada yang tahu tentang  hubungan kami berdua. Sejak saat itu, kami mulai rajin bercinta setiap  hari minggu dan sabtu. Mudah-mudahan hubunganku dan diah bisa langgeng.</p>
<p>Cerita Dewasa Guru Idola ini akan bersambung ke cerita dewasa  ngentot guru part 2 </p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://millionairemates.info/2009/08/25/cerita-dewasa-guru-idola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>121</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>cerita dewasa ngentot perempuan jablay muda cantik dan seksi</title>
		<link>http://millionairemates.info/2009/07/10/cerita-dewasa-ngentot-perempuan-jablay-muda-cantik-dan-seksi/</link>
		<comments>http://millionairemates.info/2009/07/10/cerita-dewasa-ngentot-perempuan-jablay-muda-cantik-dan-seksi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 17:10:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[cantik]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[hot]]></category>
		<category><![CDATA[jablay]]></category>
		<category><![CDATA[muda]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[seksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://millionairemates.info/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[Suatu siang aku iseng nyari makan siang di satu mal. Makan cepat saji yang paling gampang dicari adalah ayam goreng. aku pesan pahe ayam goreng plus kentang plus soft drink dingin. Selesai membayar, aku membawa nampanku mencari tempat duduk yang kosong. Mataku tertumbuk pada sesosok prempuan muda, cantik, seksi dengan tonjolan besar didadanya, tapi disebelahnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Suatu siang aku iseng nyari makan siang di satu mal. Makan cepat saji yang paling gampang dicari adalah ayam goreng. aku pesan pahe ayam goreng plus kentang plus soft drink dingin. Selesai membayar, aku membawa nampanku mencari tempat duduk yang kosong. Mataku tertumbuk pada sesosok prempuan muda, cantik, seksi dengan tonjolan besar didadanya, tapi disebelahnya ada anak prempuan kecil, mungkin 3 tahunan lah. Dia memakai celana ketat dan tanktop yang juga ketat, toket besarnya ngintip dari belahan tank topnya yang rendah. Walaupun banyak tempat duduk yang kosong aku nimbrung ja di meja dimana prempuan cantik seksi dan anak prempuan itu duduk. &#8220;Boleh join kan?&#8221; Tanpa menunggu jawabannya aku langsung meletakkan nampanku dimejanya dan duduk. &#8220;O, silahkan ja pak&#8221;. &#8220;Cuma berdua saja&#8221;, pancingku membuka pembicaraan. &#8220;Kan ber 3 dengan bapak&#8221;, jawabnya, wah menangkisnya jago juga ni prempuan, pikirku. &#8220;Anaknya? Cantik kaya mamanya&#8221;. &#8220;Bukan pak, bukan anak saya&#8221;. &#8220;O, kirain anaknya, abis nyulik ya&#8221;, candaku. &#8220;Ih bapak bisa aja. Ini anak tetangga, tadi dititipkan ke rumah, katanya mo dijemput lagi siang ini di sini&#8221;. Dia menyuapi anak itu dengan nasi yang dicampur dengan sop, karena sopnya masi panas, ditiupnya sebentar sebelum disuapkan ke anak itu. Si anak kelakuannya manis banget, gak cerewet maksudku. &#8220;Belum punya anak, ato belon nikah?&#8221; &#8220;Nikah si udah tapi belon dikasi tu ma yang diatas&#8221;. &#8220;Minta dong&#8221;. &#8220;Ya sih, minta tapi gak dilakuin&#8221;. Wah kliatannya mo curhat neh. &#8220;Maksudnya gak dilakuin&#8221;. &#8220;Ya suami aku gak ngelakuin ya mana mo dikasi ma yang diatas kan&#8221;. &#8220;Kok bisa&#8221;. &#8220;Suami kerja dikapal cargo, jadi seringnya diatas kapal katimbang dirumah&#8221;. &#8220;O jadi jablay toh, kasian&#8221;. &#8220;Orang sedih kok malah digoda&#8221;. &#8220;Ya udah, aku ja yang membelai gimana&#8221;. &#8220;Genit ah&#8221;. Tengah pembicaraan mulai mencair, datanglah seorang prempuan, rupanya ini tetangganya, mo jemput anaknya. aku diem saja, dan dia juga tidak mengenalkan aku kepada tetangganya. Tetangga tau diri juga karena dia mengajak anaknya pergi setelah mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan dia. &#8220;Namanya siapa sih&#8221;. &#8220;Aku Sintia, bapak?&#8221; &#8220;aku menyebutkan namanku, jangan panggil bapak lah, formal amat&#8221;. &#8220;Abis mo dipanggil apa dong, mas aja deh ya. kan semua lelaki Indonesia dianggap jawa&#8221;. &#8220;Maksud kamu&#8221;. &#8220;Iya kadang dah jelas2 namanya Hutagalung dipanggil mas juga&#8221;. aku tertawa mendengar candanya. &#8220;Dah brapa lama nikah?&#8221; &#8220;ampir 2 tahun mas&#8221;. &#8220;Wah jablaynya dah lama dong ya. Mangnya gak tau kerjaan suami sebelum nikah&#8221;. &#8220;Tau si, cuma gak nyangka ja akan kaya gini&#8221;. &#8220;Ya udah, aku temenin deh hari ini. Abis ini kamu mo kemana?&#8221; &#8220;Gak kemana2 mas, Mo jalan ja&#8221;. Aku menggandengnya meninggalkan tempat makan dan masuk ke toko yang meruapak anchor tenant di mall itu. Kami ngobrol ngalor ngidul ja sembari membunuh waktu. Dia membiarkan aku menggenggam tangannya erat. &#8220;Kamu kaya istriku ja ya, jalan gandengan&#8221;. &#8220;Gak apa kan, katanya mas blon nikah?&#8217; &#8220;Iya sih, kaya orang pacaran ya, padahal kamu istri orang&#8221;. &#8220;Biarin ja, orangnya juga ninggalin aku terus kok&#8221;. &#8220;Pegel nih jalan terus, kamu mo pulang gak?&#8221; &#8220;Gak ah mas, dirumah juga mo ngapain?&#8221; &#8220;ketempatku aja yuk&#8221;. &#8220;Mo ngapain ke tempat mas?&#8217; &#8220;Ya ngobrol, santai ja, kan asik cuma ber 2&#8243;. &#8220;Iya deh&#8221;. Segera aku menggandengnya ke basement dan meluncurlah mobilku menuju kerumahku.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesampai dirumahku,dia duduk didepan tv, tv kunyalakan dan aku mengambil minuman untuknya. &#8220;Mas tinggal ndiri ya&#8221;. &#8220;Iya, mo nemenin?&#8221; &#8220;Mau si, cuman kan aku dah punya suami&#8221;. &#8220;Kalo suaminya pergi ya nemenin aku ja disini&#8221;. &#8220;Maunya&#8221;. Kebetulan di tv ada siaran ulang debat capres. &#8220;Kamu ngikuti debat ini?&#8221; tanyaku. &#8220;Sambil lalu ja mas, debat cawapres juga ngikuti sambil lalu&#8221;. &#8220;Terus komentar kamu?&#8221; &#8220;Sayangnya Capres 3 gak berkolaborasi dengan cawapres 1, kalo gak kan setanding dengan calon ke 2 dan pilpresnya bisa 1 putaran kan&#8221;. &#8220;O gitu ya, pandangan kamu luas juga ya&#8221;. &#8220;Iya gak kaya mas, manangnya cuma disatu tempat ja&#8221;, katanya menyindirku, yang dari tadi hanya memandangi belahan toketnya yang montok. &#8220;Habis kamu seksi sekali si, kok bisa ya suami ninggalin istri yang bahenol kaya gini, pa gak takut istrinya dicolek orang laen&#8221;. Dia tersenyum manis. &#8220;Tadi kamu taen sekali nyuapin tu bocah, dah pantes jadi mami&#8221;. &#8220;Iya si, cuma ya itu problemnya&#8221;. &#8220;Iya jablay&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia menanggapi obrolanku dengan santai juga, kadang tanganku mengelus pahanya. &#8220;udah gak tahan ya mas&#8221;, godanya sambil membiarkan tanganku mengelus2 pahanya. Rabaanku semakin lama membuatnya semakin napsu. Dia membuka pahanya agak lebar. Melihat dia mengangkangkan pahanya, tangganku bergerak ke atas ke selangkangannya. Jari2ku mulai mengelus belahan me meknya dari luar. &#8220;Mas&#8221;, katanya, &#8220;Aku udah basah mas&#8221;. &#8220;Udah napsu banget ya Sin, aku juga sudah napsu&#8221;. Rumahnya besar ya mas&#8221;. &#8220;Iya, dibalakng ada kolam renangnya, mo renang gak&#8221;. &#8220;Gak bawa baju renang mas&#8221;. &#8220;Tlanjang ja, repot amat si&#8221;. &#8220;Ih si mas, maunya tu&#8221;. &#8220;Kamu juga mau kan&#8221;. Dihalaman belakang ada kolam renang kecil yang dinaungi oleh rimbunnya pepohonan yang ada. Tembok tinggi menghalangi pandangan orang luar yang mau mengintip ke dalam. Dia langsung saja melepas tanktopnya, kemudian celana ketatnya. Pakaian diletakkan di dipan yang ada dipinggir kolam. Dipan itu ada matras tipisnya dan dipayungi rimbunnya pohon. Aku melotot memandangi tubuhnya yang hanya berbalut daleman bikini. Karena CDnya mini, jembutnya yang lebat berhamburan dari bagian atas, kiri dan kanan CDnya. Segera dia mencebur ke kolam, sementara aku membuka kaos dan celananya, sehingga hanya memakai CD. kon tolku yang besar, karena sudah ngaceng, tercetak jelas di CDku. Kemudian aku pun nyebur ke kolam, menghampirinya dan memeluknya. Bibirnya kucium, lidah kami saling berbelit. Aku menarik ikatan branya sehingga terlepas, kemudian meremas2 toketnya sambil memlintir pentilnya. Segera pentilnya menjadi keras. &#8220;Toketmu kenceng ya Sin, pentilnya gede.&#8221;, kataku. Dia diam saja sambil menikmati remasanku .kon tolku yang keras menekan perutnya. &#8220;Mas, ngacengnya sudah keras banget&#8221;, katanya. &#8220;Kita ke dipan yuk&#8221; Aku sudah tidak bisa menahan napsuku lagi. Segera dia keluar kolam membawa branya yang sudah dilepas.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia telentang didipan, menunggu aku yang juga sudah keluar dari kolam. Aku berbaring disebelahnya, bibirnya kembali kucium dengan penuh napsu dan aku kembali meremas2 toketnya sambil memlintir2 pentilnya. &#8220;Isep dong Mas&#8221; pintanya sambil menyorongkan toketnya itu ke wajahku. Langsung toketnya kuisep dengan penuh napsu. pentilnya kujilatia.&#8221;Ohh.. Sstt..&#8221; erangnya keenakan. Aku mulai mengelus jembutnya yg nongol keluar dari CDnya, kemudian kususupkan jariku ke dalam CDnya. Jariku langsung menyentuh belahan bibir me meknya dan kugesek-gesekkan dari bawah ke atas. Gesekanku selalu berakhir di it ilnya sehingga menimbulkan kenikmatan yang luar biasa. me meknya langsung berlendir, lendir juga membasahi seluruh bagian dinding dalam me meknya. &#8220;Oo.. Ooh! Uu.. Uuh!&#8221; desahnya sambil menekan tanganku yang satunya untuk terus meremas-remas toketnya. Dia sungguh sudah tidak tahan lagi, &#8220;Mas, aku udah gak tahan nih&#8221;. Tali ikatan CDnya di kiri dan kanan pinggang kugigit dan kutarik dengan gigiku sehingga terlepas. Kedua kaki kukangkangkan sehingga tampak jelas bulu jembutnya yang lebat. Aku kembali meraba dan mengelus me meknya. Aku menyelipkan jariku ke belahan me meknya yang sudah basah dan menyentuh dinding dalam me meknya. &#8220;Mas..! Aduuh! aku sudah enggak tahan, udah pengen dimasukkin&#8221;, pintanya. Aku tidak langsung memenuhi permintaannya, malah jariku beralih menggosok-gosok it ilnya. &#8220;Aduuh! mas..nakal!&#8221; serunya. Dia pun semakin tidak karuan, diremasnya kon tolku yang sudah keras sekali dari luar CDku.</p>
<p style="text-align: justify;">toketnya yang sudah keras sekali terus saja kuremas2, demikian juga pentilnya. &#8220;Ayo dong mas dimasukin, aku sudah benar-benar enggak kuu.. at!&#8221; rengeknya lagi. Kemudian kumasukkannya jariku ke dalam me meknya yang sudah basah kuyup. Dengan tanpa menemukan kesulitan jariku menyeruak masuk ke dalam me meknya. me meknya langsung kukorek2, dindingnya kugaruk-garuk. Benjolan seukuran ibu jari yang tumbuh di dalam liang me meknya kumainkan dengan ujung jarinya hingga badannya tiba-tiba menggigil keras dan digoyang-goyangkannya pantatnya mengikuti permainan ujung jariku. Aku menelungkup diselangkangannya dan langsung mengulum<br />
bibir me meknya. Cairan yang membasahi sekitar selangkangannya kujilati dan setelah bersih aku kembali mengulum bibir me meknya. Kemudian giliran it ilnya mendapat giliran kukulum dan kulumat dengan mulut. Jariku kembali menyeruak masuk ke dalam me meknya, dia benar-benar hampir pingsan. Tubuhnya kembali terguncang hebat, kakinya jadi lemas semua, otot-otot perutnya jadi kejang dan akhirnya dia nyampe, cairan me meknya yang banjir kutampung dengan mulut dan tanpa sedikit pun merasa jijik kutelan semuanya. Dia menghela napas panjang, aku masih dengan lahapnya melumat me meknya sampai akhirnya selangkangannya benar-benar bersih kembali. me meknya terus kuusap2, demikian juga it ilnya sehingga napsunya bangkit kembali. &#8220;Terus Mas.. Enak..&#8221; desahnya. &#8220;Ayo dong Mas.. aku udah gak tahan&#8221;. tetapi aku masih tetap saja menjilati dan menghisap it ilnya sambil meremas2 toket dan pentilnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku melepaskan CD, kon tolku yang besar dan lumayan panjang sudah ngaceng keras sekali mengangguk2. Dia kunaiki dan segera mengarahkan kon tolku ke me meknya. Perlahan kumasukkan kepala kon tolku. &#8220;Enak Mas..&#8221; katanya dan sedikit demi sedikit aku meneroboskan kon tolku ke me meknya yang sempit. me meknya terasa sesek karena kemasukan kon tol besar, setelah kira-kira masuk separuh lebih kon tol mulai kuenjot keluar masuk. &#8220;Terus Mas.. kon tolmu enak&#8221; erangnya keenakan. Aku terus mengenjot me meknya sambil pentilnya kuhisap. Belum berapa lama dienjot, aku mengajak tukar posisi. Sekarang dia yang diatas. Diarahkannya me meknya ke kon tolku yang tegak menantang. Dengan liar dia kemudian mengenjot tubuhnya naik turun. toketnya yang montok bergoyang mengikuti enjotan badannya. Aku meremas toketnya dan menghisap pentilnya dengan rakus. &#8220;Mas.. kon tolmu besar, keras banget..&#8221;, dia terus menggelinjang diatas tubuhku. &#8220;Enak Sin?&#8217; tanyakua. &#8220;Enak Mas.. en totin aku terus Mas..&#8221; Aku memegang pinggangnya yang ramping dan menyodokkan kon tolku dari bawah dengan cepat. Dia mengerang saking nikmatnya. Keringatnya menetes membasahi tubuhku. Akhirnya, &#8220;Aku nyampe Mas&#8221; jeritnya saat tubuhnya menegang merasakan nikmat yang luar biasa. Setelah itu tubuhnya lunglai menimpa tubuhku. Akumengusap-usap rambutnya sambil mencium bibirnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah beberapa saat, kon tolku yang masih ngaceng dicabut dari dari me meknya. Dia kutelentangkannya, dan aku naik ke atasnya. Kembali me meknya kujilati. Kedua lututnya kudorong sedikit ke atas sehingga bukit me meknya lebih menungging menghadap ke atas, pahanya lebih kukangkangkan lagi, dan lidah kujulurkan menyapu celah-celah me meknya. Lidah kujulurkan dan kugesekkan naik turun diujung it il nya. Dia hanya bisa merasakan nikmatnya sambil meremas- remas kon tolku dengan penuh nafsu. Cairan lendir yang keluar kembali dari me meknya dengan lahap kuhisap. Bibirku terus mencium dan melumat habis bibir me meknya. lidahku menjulur masuk ke dalam me meknya dan sempat menyentuh dinding bagian dalamnya. Saking dalamnya mulutku menekan me meknya, hidungku yang mancung menempel dan menekan it ilnya. Dia kembali merasakan kenikmatan lebih, apa lagi saat wajah dengan sengaja kugeleng-gelengkan ke kiri dan ke kanan dengan posisi hidung tetap menempel di it ilnya dan bibir tetap mengulum bibir me meknya sambil lidah terus mengorek me meknya. Dia tak kuasa membendung napsunya. &#8220;Oocch!Mas.. Teruu.. Uus! Aku nyampe lagi mas&#8221;, suaranya semakin parau saja. Digoyangkannya pantatnya mengikuti irama gesekan wajahku yang terbenam di selangkangannya. Dijepitnya kepalaku dengan pahanya, badannya menggigil hebat bagaikan orang kejang. ia menarik nafas panjang sekali, semua cairan me meknya kuhisap dan kutelan hingga habis semua cairan yang ada di sekitar me meknya. Aku tetap dengan asyiknya menjilati me meknya. Kemudian jilatanku naik ke atas, ke arah perutnya. Lidahku bermain-main di pusarnya, sambil meraba dan meremas kedua toketnya, jilatanku juga semakin naik menuju toketnya. Jengkal demi jengkal jilatanku semakin naik. Mulutku sudah sampai ke dadanya. Kini giliran toketnya kujilati, lidahku kini menari-nari di ujung pentilnya. Sambil aku meraba-raba dengan tangan kanan keselangkangannya, menggesek- gesek it ilnya hingga me meknya basah lagi, nafsunya naik kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara tangan kiri tetap meremas toketnya, bibirnya kulumat. Dia membalas lumatan bibirku dengan penuh nafsu, kujulurkan lidahku masuk ke rongga mulutnya. Dia menghisap lidahku, secara bergantian dia juga menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku dan kubalas dengan hisapan pula.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini aku membetulkan posisi sehingga berada di atasnya, kon tol ku sudah mengarah ke hadapan me meknya. Dia merasakan sentuhan ujung kon tolku di me meknya, kepala kon tol ku terasa keras sekali. Dengan sekali dorongan, kepala kon tolku langsung menusuk me meknya. Kutekan sedikit kuat sehingga kepala kon tolku terbenam ke dalam me meknya. Walau kon tol belum masuk semua, dia merasakan getaran-getaran yang membuat otot me meknya berdenyut, cairan yang membasahi me meknya membuat kon tolku yang besar mudah sekali masuk ke dalam me meknya hingga dengan sekali dorongan lagi maka kon tolku masuk kedalam sarangnya, blee.. ess..<br />
Begitu merasa kon tolku sudah memasuki me mek nya, kubalik badannya sehingga kembali dia berada di atas tubuhku, didudukinya batang kon tolku yang cukup panjang itu. Digoyangkan pantatnya, diputar-putar, dikocok naik turun hingga kon tolku keluar masuk me meknya, aku meremas- remas kedua toketnya. Lebih nikmat rasanya ngen tot dengan posisi wot buat dia, karena dia bisa mengarahkan gesekan kon tol besarku ke seluruh bagian me meknya termasuk it ilnya. Kini giliran aku yang tidak tahan lagi dengan permainannya, aku menggelengkan kepala menahan nikmat yang sebentar lagi tampaknya akan ngecret. Aku memberikan aba-aba padanya bahwa aku akan ngecret. &#8220;Kita nyampe sama-sama..mas&#8221;, rintihnya sambil mempercepat kocokan dan goyangan pantatnya. &#8220;Aa.. Aacch!&#8221; Diapun nyampe lagi, kali ini secara bersamaan dengan dia, bibir me meknya berkedutan hingga meremas kon tolku. Pejuku dan lendir me meknya bercampur menjadi satu membanjiri me meknya. Karena posisinya berada diatas, maka cairan kenikmatan itu mengalir keluar merembes melalui kon tolku sehingga membasahi selangkanganku, banyak sekali dan kurasakan sedikit lengket-lengket agak kental cairan yang merembes keluar itu tadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami berdua akhirnya terkulai lemas di dipan. Posisinya tengkurap di sampingku yang terkulai telentang memandang rimbunnya dedaunan. &#8220;Mas, pinter banget sih ngerangsang aku sampe berkali2 nyampe, udah gitu kon tol mas kalo udah masuk terasa sekali gesekannya, abis gede banget sih&#8221;, katanya. &#8220;me mekmu juga nikmat sekali Sin, peret banget deh, kerasa sekali cengkeramannya ke kon tolku&#8221;, jawabku sambil memeluknya. Kami berdua sempat tertidur cukup lama karena kelelahan dan tiupan angin sejuk sepoi2. Ketika terbangun, kami masuk ke rumah, aku mengajaknya mandi. &#8220;Kita mandi sama-sama yuk!&#8221; ajakku, &#8220;Badanku lengket karena keringat&#8221;. Kami masuk ke rumah menuju ke kamar mandi beriringan sambil berpelukan, bertelanjang bulat. Kamar mandinya tidak terlalu besar namun cukup bagus, ada ruangan berbentuk segi empat di dalam kamar mandi, bentuknya kira-kira seperti lemari kaca. Kami berdua masuk ke dalamnya dan menyalakan shower, aku dan dia saling bergantian menggosok tubuh kami, demikian pula saat menyabuni tubuh kami lakukan bergantian, saling raba, saling remas, bibir kami saling pagut bergantian. Dia menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku yang kusambut dengan hisapan, dan secara bergantian pula kujulurkan lidahku ke dalam mulutnya. Diapun menyambutnya dengan lumatan. Rabaan tanganku berpindah ke toketnya. Kuremas-remasnya toketnya yang mulai mengencang lagi pertanda napsunya bangkit lagi. Dia pun tidak mau kalah, diraihnya kon tolku yang kembali sudah berdiri tegak dan dikocok-kocok lembut. Ujung kon tolku sesekali menyenggol bagian depan pangkal pahanya. &#8220;Betul kan, kalo cewek jembutnya lebat pasti napsunya besar, kaya kamu ya Sin&#8221;, katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kuarahkan kon tolku ke belahan bibir me meknya. Dengan menggunakan tanganku, kugesek- gesekkan ujung kon tolku ke belahan bibir me meknya. Kutempelkan ujung kon tolku ke ujung it ilnya dan kugesek-gesekkan naik turun. Kini me meknya kembali mengeluarkan cairan bening. Lalu aku mematikan shower sambil duduk di samping bathtub. Dia kudipangku dengan posisi memunggungiku. kon tolku yang sudah ngaceng keras kembali kumasukkan ke dalam me meknya dalam posisi seperti itu. Karena kondisi bathtub yang sempit mengharuskan posisinya merapatkan pahanya, maka me meknya menjadi kian sempit saja. Awalnya agak sulit juga kon tolku masuk kedalam me meknya. Tetapi dengan sedikit bersusah payah akhirnya ujung kon tolku berhasil menyeruak ke dalam me meknya yang dibantu dia dengan sedikit menekan badannya kebawah, dan diangkatnya kembali pantatnya hingga lama kelamaan akhirnya berhasil juga kon tolku amblas semua ke dalam me meknya. Dengan posisi begini membuatnya harus aktif mengocok kon tolku seperti di kolam renang tadi dengan cara mengangkat dan menurunkan kembali pantatnya, sehingga me meknya bisa meremas dan mengocok-ngocok kon tolku. kon tolku terasa sekali menggesek-gesek dinding bagian dalam me meknya. Saat dia duduk terlalu ke bawah, kon tolku terasa sekali menusuk keras me meknya, nikmat yang kurasakan tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata lagi.<br />
me meknya semakin lama semakin basah sehingga keberadaan kon tolku dalam me meknya sudah tidak sesesak tadi. Kini dia pun sudah tidak kuat lagi menahan napsuku. Dia tidak mampu lagi mengangkat dan menurunkan pantatnya seperti tadi, kini dia hanya bisa terduduk dalam posisi kon tolku masih tertancap di dalam me meknya. Digoyang-goyangkan saja pantatnya sambil duduk di pangkuanku.<br />
Aku sedari tadi asyik meremas kedua toketnya. pentilnya kucubit dan kupilin-pilin sehingga menimbulkan sensasi tersendiri baginya. Aku tidak mampu bertahan lama merasakan goyangan yang dia lakukan. &#8220;Aduuh..! Sin, hebat banget empotan me mek kamu! Aku hampir ngecret nich!&#8221; seruku sambil tetap memilin pentilnya. &#8220;Kita keluarin sama-sama yuk!&#8221; sahutnya sambil mempercepat goyangannya. Aku sudah benar- benar tidak mampu bertahan lebih lama lagi hingga dia kudorong sedikit ke depan sambil aku berdiri, sehingga posisinya menungging membelakangiku, tetapi kon tolku masih menancap di dalam me meknya. Aku berdiri sambil mengambil alih permainan, aku mengocok-ngocokkan kon tolku keluar masuk me meknya dalam posisi doggy style.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aa.. Aacch!&#8221; kini gilirannya yang menyeracau tidak karuan. Aku merasakan kedutan-kedutan di dalam me meknya, terasa sekali semburan hangat yang menerpa dinding me meknya, pejuku langsung muncrat keluar memenuhi me meknya. Bersamaan dengan itu, dia pun mengalami hal yang serupa, kurasakan kedutan me meknya berkali- kali saat dia nyampe. Kami nyampe dalam waktu hampir bersamaan hingga me meknya kembali penuh dengan cairan birahi kami berdua, saking penuhnya sehingga tidak tertampung seluruhnya. Cairan kami yang telah tercampur itu, meleleh keluar melalui celah me meknya dan merembes keluar hingga membasahi perutnya karena posisinya masih setengah menungging saat itu. Kami pun melanjutkan mandi bersama-sama bagaikan sepasang pengantin baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah selesai mandi dan mengeringkan tubuh kami masing-masing dengan handuk, dengan bertelanjang bulat kami menuju ke ruang makan. Aku mengeluarkan buah2an dari lemari es dan berkata &#8220;Kamu makan buah2an ini dulu ya, nanti aku belikan makanan&#8221;. &#8220;aku mau tidur saja, cape dienjot terus sama mas&#8221;, katanya. &#8220;Tapi enakkan?&#8221; kataku lagi sambil mengenakan pakaiannya. &#8220;Enak banget mas, aku masih mau lagi lo mas&#8221;, jawabnya sambil mulai mengupas buah. &#8220;So pasti, aku ajak kamu kesini kan untuk ngen tot sampe loyo. Aku pergi dulu ya&#8221;, sambil mencium pipinya. &#8220;Hati2 ya mas, aku nungguin lo&#8221;. Seperginya aku, dia berbaring sambil memakan buah2an. Dia makan beberapa potong sehingga akhirnya dia merasa kenyang dan mengantuk lagi. Dia berbaring di sofa dan akhirnya tertidur. Diluar dah gelap, dah lewat magrib.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika aku kembali membawa makanan, dia masih tertidur. Terangsang juga aku melihat dia terkapar terlelap dalam keadaan telanjang bulat seperti itu. Toketnya yang besar turun naik seirama tarikan napasnya. Perutnya yang rata dihiasi dengan puser yang seksi dan diselangkangannya bergerombol jembut yang lebat. ontol langsung bereaksi dengan sikap sempurna, alias ngaceng lagi. Tetapi perut dh minta diisi. Aku membangunkannya dengan mengelus2 toketnya. &#8220;Makan yuk&#8221;. &#8220;Abis itu maen lagi ya mas&#8221;. &#8220;Bole ja, asal kamu gak lemes&#8221;. &#8220;Gak apa lemes mas, aku kan gak pernah ngerasain nikmat dien tot seperti sekarang ini. Mas sering2 ngen totin aku ya mas&#8221;. &#8220;Itu mah bisa diatur kok, kalo suami kamu pergi&#8221;. Kami menyantap makanan yang aku beli sampe tandas. Sama2 laper karena enersi terkuras ketika bertempur tadi. Setelah selesai makan, dia membantu aku membereskan peralatan makan, melap meja makan, kemudian kekenyangan kami duduk lagi di sofa didepan tv. tv kunyalakan tapi gak ada acara yang menarik. Dia bersender ke aku. &#8220;Kamu tu seksi banget deh Sin, ngeliat kamu aku ngaceng terus tuh. Heran ja, kok suami kamu bisa ninggalin bidadari seksi yang merangsang kaya kamu itu&#8221;. &#8220;Gak tau deh mas, jangan ngomongin dia deh, kan mas mo bikin aku terkapar lagi&#8221;. Aku memeluknya dan mulai memerah toketnya. aku terus saja meremas toketnya, malah sambil memlintir2 pentilnya, perlahan pentilnya mulai mengeras. &#8220;Sin, enak nggak diginiin?&#8221; sambil tanganku terus meremas-remas toketnya. &#8220;Mas, aah&#8221;, napsunya makin meninggi. Sambil toketnya kuremas terus, aku menjilati seluruh tubuhnya, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kujilati pula toketnya, kusedot pentilnya sampai dia gemetar saking napsunya. Kakinya dan kedua pahanya yang mulus itu dibukanya supaya bisa kuelus2, dengan satu tangan masih meremas toketnya. Setelah itu me meknya kujilatin dengan lidahku yang kasar. Bukan hanya bibir me meknya aja yang kujilatin, tapi lidahku juga masuk ke me meknya, dia jadi menggelinjang nggak terkontrol, wajahnya memerah sambil terdongak keatas.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat napsunya sudah naik, aku melepas seluruh pakaian dan celananya. Dia diam aja. kon tolku yang besar sekali sudah ngaceng dengan keras. Dia hampir tak dapat memegangnya dengan kedua tangannya. &#8220;Dikocok Sin&#8221;, pintaku, dia nurut saja dan mengocok kon tolku dengan gemas, makin lama makin besar dan panjang. &#8220;Sin diemut dong&#8221;, kataku keenakan. Aku berdiri disamping sofa dan dia duduk sambil mengarahkan kon tol yang ada digenggamannya ke arah mulutnya. Dia mencoba memasukkan kedalam mulutnya dengan susah payah, karena besar sekali jadi dijilati dulu kepala kon tolku. Aku mendesah2 sambil mendongakkan kepala. Dia bertanya &#8220;Kenapa mas&#8221;. &#8220;Enak banget, terusin Sin, jangan berhenti&#8221;, ujarku sambil merem melek kenikmatan. Dia meneruskan aksinya, menjilati kon tolku mulai dari kepala kon tolku sampai ke pangkal batang, terus ke biji pelirnya, semua di jilatin. Dia mencoba untuk memasukkan kedalam mulutnya lagi, udah bisa masuk, udah licin terkena ludahnya. Aku memegangi kepalanya dengan satu tangan sambil memaju-mundurkan pantatku, mengen toti mulutnya. Sedang tanganku satunya lagi meremas toketnya sebelah kanan. gerakanku semakin lama semain cepat. aku menghentikan gerakannya. kon tol ku keluarkan dari mulutnya. aku menaiki tubuhnya dan mengarahkan kon tolku ke toketnya. &#8220;Sin, aku mau ngerasain kon tolku kejepit toket kamu yang montok ya&#8221;. Dia paham apa yang aku mau, dan aku kemudian menjepit kon tolku di antara toketnya. &#8220;Ahh.. Enak Sin. Diemut enak, dijepit toket juga enak.&#8221;, erangku menahan nikmat jepitan toketnya. Aku terus menggoyang kon tolku maju mundur merasakan kekenyalan toketnya. Sampai akhirnya &#8220;Aduh Sin, sebentar lagi aku mau ngecret, keluarin di mulut kamu ya&#8221;. &#8220;Jangan mas, di me mekku saja&#8221;, jawabnya. Dia tidak ingin merasakan peju dimulutnya, lebih baik dingecretkan di me meknyakarena dia ngerasain nikmat yang luar biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Akupun naik keatasnya sambil mengarahkan kon tolku ke me meknya. Aku mulai memasukkan kon tolku yang besar dan panjang itu ke me meknya, sampai dia merem melek keenakan ngerasain me meknya digesek kon tolku. Aku mulai menggerakkan kon tolku keluar dan masuk dime meknya yang sempit itu. Dia mulai merasakan nikmat yang tak terkatakan, luar biasa enak sekali rasanya. Secara naluri dia menggerakkan pantatnya kekanan dan kekiri, mengikuti gerakan kon tolku yg keluar masuk, wuihh tambah nikmat. terlihat diwajahku bahwa aku menikmati sekali gesekkan kon tolku di me meknya. Tubuhku bergoyang-goyang maju mundur, aku memperhatikan kon tolku sendiri yang sedang keluar masuk di me meknya. Selang beberapa saat, aku mengajak ganti posisi, dia pasrah aja. Dia kusuruh nungging dan aku menyodokkan kon tolku dari belakang ke me meknya. Nikmat sekali permainan ini. &#8220;Ennngghh&#8230;&#8221; desahnya tak keruan. Sambil menggoyang pantatnya maju mundur, aku memegangi pinggulnya dengan erat, terasa nikmat yang luar biasa. Tidak tahu berapa lama aku menggenjot me meknya dari belakang seperti itu, makin lama makin keras sehingga akhirnya dia nyampe lagi &#8220;Mas, enjot yang keras, nikmat sekali rasanya&#8221;, jeritnya. Aku mengenjot kon tolku lebih cepat lagi dan kemudian pejuku muncrat didalam me meknya berulang-ulang, banyak sekali. &#8216;crottt, croooth.., crooootttthh&#8230;&#8217; Dia merasa me meknya agak membengkak akibat disodok oleh kon tolku yang besar itu. &#8220;Sin, me mek kamu luar biasa deh cengkeramannya, nikmat banget. Kerasa sekali gesekannya dikon tolku&#8221;, kataku sambil terengah2.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah istirahat beberapa saat, aku bertanya padanya &#8220;Gimana Sin?&#8221;. &#8220;Enak sekali mas, rasanya nikmat sekali, me mekku sampe sesek kemasukan kon tol mas, abis gede banget sih&#8221;, jawabnya. Aku mencabut kon tolku yang sudah lemes dari me meknya. kon tolku berlumuran pejunya dan cairan me meknya. Mungkin saking banyaknya aku ngecretin peju dime meknya.&#8221;Cape ya Sin&#8221;. &#8220;Iya mas, malem ini aku nginep disini ya mas, boleh kan&#8221;. &#8220;Boleh banget, kita bisa ngen tot all nite long kan&#8221;. &#8220;Wah mau dong&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://millionairemates.info/2009/07/10/cerita-dewasa-ngentot-perempuan-jablay-muda-cantik-dan-seksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita dewasa ngentot siswi ABG SMU</title>
		<link>http://millionairemates.info/2009/06/28/cerita-dewasa-ngentot-siswi-abg-smu/</link>
		<comments>http://millionairemates.info/2009/06/28/cerita-dewasa-ngentot-siswi-abg-smu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 14:15:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[siswi]]></category>
		<category><![CDATA[SMU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://millionairemates.info/?p=487</guid>
		<description><![CDATA[Cerita Dewasa kali ini merupakan kisah nyata berdasar kan apa yang saya alami sendiri sekitar beberap bulan yang lalu,  hari itu saya iseng-iseng jemput simaniez,abg tetangga saya yang masih klas 3 smu. pas jam 12.40 menit saya nyampai di depan sekolah nya,pas saya liat dah ada sebagian nya dah pada kluar dari skul nya, gak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Cerita Dewasa kali ini merupakan kisah nyata berdasar kan apa yang saya alami sendiri sekitar beberap bulan yang lalu,  hari itu saya iseng-iseng jemput simaniez,abg tetangga saya yang masih klas 3 smu. pas jam 12.40 menit saya nyampai di depan sekolah nya,pas saya liat dah ada sebagian nya dah pada kluar dari skul nya, gak sampai 10 menit saya nungguin simaniez,akhir nya saya liat simaniez berjalan menghampiri saya. tumben om jemput simaniez atau gak sengaja lewat trus mampir om,kata simaniez nyamperin,enggak kok ,om sengaja jemput simaniez, om mo ajakin simaniez jalan-jalan ke malioboro simaniez mau kan! tapi simaniez kan masih pake seragam sekolah om,takut ntar klau ada pak guru atau bu guru yang liat di mall, ahh,simaniez tenang aja nih kan dah jam pulang sekolah cuekin aja klau ada pak guru atau bu guru yang liat kita jalan2 diluar!</p>
<p style="text-align: justify;">akhir nya simaniez mau saya ajakin jalan-jalan ke ramai mall malioboro,setelah sampai di ramai malioboro,simaniez minta di beliin jaket ma celana buat ganti seragam sekolah nya,sambil nunggu simaniez beli jaket ma celana saya nongkrong di arena game (mengenang masa remaja saya yang suka bolos skul trus maen ke ramai malioboro cuma buat maen game hehehe) setelah 30 menitan saya nungguin simaniez beli jaket ma celana,simaniez nyamperin saya yg baru asyik nongkrong di arena game, om uang nya mana simaniez dah dapetin jaket ma celana nya cuma tinggal ngebayar di cassir aja kata simaniez sambil ajak saya ke cassir tempet di beli jaket ma celana, brapa mbak total semua nya sapa saya ke mbak-mbak yang jaga di cassir. total nya 180 ribu,kata mbak-mbak nya dengan gaya acuh tak acuh.. setelah saya bayar di cassir langsung saya ajak simaniez makan di rumah makan yang ada di sebelah toko ramai, (maklum dari pagi lom sarapan eh dah di todong 180 ma simaniez,hehehe) sampai di rumah makan saya suruh sekalian simaniez ganti baju seragam skul nya dengan jaket ma celana yang baru aja di beli, di kamar mandi rumah makan itu. busyeettt pas saya liat simaniez dah selesai ganti baju,tampak lah kecantikan dan kepolosan seorang abg yang sangat cantik dan benar2 sexy abies bro.</p>
<p style="text-align: justify;">abis makan trus saya ajakin ke warnet,mo nengokin forum cerita dewasa tercinta saya ini. pas nyampe di depan warnet saya tanyain simaniez,ka mo minum gak nich??mansion house ma calpico aja om yang segar kata simaniez,biasa lah simaniez tuh suka nya minum kayak gitu cuma ma saya doank,klau ma org lain gak mau,gak tau knapa&#8230; ya dah sekarang simaniez login dulu di net,om nyari minuman nya dulu.okey om kata simaniez selang 10 menit saya ke fortran net(dewa bugil tau nih net )sambil saya bawa mansion pesanan simaniez. ternyata sewaktu saya tinggal nyari minum simaniez sedang dowload bokep yang hentai,loh kok cepet bgt om beli minum nya kata simaniez kaget sewaktu saya datengin di bok net. iya nich,kebetulan warung nya yg jualan minuman baru sepi jadi langsung di layani si om. singkat kata singkat cerita mansion+calpico dah saya abisin ber2 ma simaniez,saya liat simaniez dah mabok kebanyakan minum, om,dowload an simaniez tadi dah selesai lom ya,kata simaniez dengan genit nya.</p>
<p style="text-align: justify;">oww,kayak nya dah selesai sambil saya liatin emang dowload nya dah selesai. langsung saya play aja tuh bokep hentai yang tadi di dowload ma simaniez,, busyyeettt,bagus juga nich anak milih film bokep yang bagus walaupun bokep hentai. om,klau di kayak gitu kan nikmat gak seh kata simaniez sambil nunjukin jari nya ke arah layar monitor, di layar monitor tampak cartoon naruto dan sakura yang lagi becinta/making love. wah klau cuma liat doank gak nikmat ,nikmatan klau praktek langsung aja kata saya yang sudah agak mabok tapi simaniez takut,cewek nya kan teriak-teriak kayak nya sakit gitu om,balas simaniez. tuh teriak-teriak keenakan bukan nya teriak kesakitan kata saya. sambil liat bokep pelan-pelan tangan saya masukin ke dalam jaket simaniez,pelan tapi pasti akhir nya tangan saya menyentuh buah dada simaniez yang masih tertutup dengan jaket,saya remas-remas buah dada nya kadang-kadang saya pelintir puting nya. occhhhh,,,oochhh,,om geli,desah simaniez sewaktu puting susu nya saya pelintir,bosan dengan buah dada nya perlahan saya arahin tangan saya ke daerah selangkangan simaniez,pelan tapi pasti sampai juga tangan saya di selangkangan nya,saya gesek-gesekin tangan saya di luar selangkangan walau masih terbungkus celana tampak nya simaniez mulai terbawa birahi nya. eh,pas asyik-asyik nya saya mencumbui simaniez,tiba2 lampu di net nya padam sekilas terlintas dalam pikiran saya,nih waktu pas bgt buat nerusin lebih hot lagi,tapi lebih baik sekarang saya ajakin simaniez chek in di hotel aja. yuk pindah ke hotel aja yang lebih nyaman ya simaniez,kata saya sambil ajakin simaniez kluar dari net, langsung aja saya cabut ke hotel yang dah biasa saya pake buat eksekusi.</p>
<p style="text-align: justify;">sampai di kamar hotel tanpa basa basi lagi saya tindih simaniez yang tergeletak di atas ranjang hotel, saya bukain semua pakaian nya hinggal bugil. saya jilatin buah dada nya sambil jari saya gesekin ke memiaw nya. ooouuugghh,,,oouuugghhh,,ommm,desah simaniez sewaktu jari saya masukin ke memiaw nya yang masih sempittt. ooccchh,oocchh,,,nikmatt om,memiaw simaniez di apain kok rasanya nikmat banget om,oochhh,,occhhh,,,ouuuchh ka,gantian dunk oralin tongkol om,dah gak tahan nih pengen ngerasain emutan simaniez yang nikmat,kata saya sambil naik ke atas tubuh simaniez,sambil saya arahin tongkol saya ke mulut nya yang mungil, perlahan simaniez menjilatin tongkol saya dari batang nya dari bawah ke atas,dan mulai memasukkan tongkol saya ke mulut nya yang mungil,oochhh nikmat bgt ketika tongkol saya di sedot pake mulut mungil nya simaniez,saya pegangin kepala simaniez sambil saya kocokin tongkol saya ke dalam mulut nya, setelah 20menit berlalu saya ngerasa dah mo mencapai klimaks,oooohhh,oohhh,,sedott yang kenceng rik,om dah mo nyampe, sambil tongkol saya masukin lebih dalam ke mulut nya,crooot,,croott,croott,sperma saya berhamburan masuk ke mulut mungil nya,saya tahan kepala simaniez saat saya klimaks,setelah semprotan terakhir saya cabut tongkol saya pelan-pelan dari mulut simaniez, tampak sebagian sperma saya yang gak sempat di telan simaniez meleleh membasahi bibir mungil simaniez, saya suruh simaniez ngejilatin sisa sperma yang masih menempel di tongkol saya sampai bersih.cerita dewasa ini akan bersambung ke ngentot siswi ABG SMU part 2 sudah capek banget nulisnya bro!hihihi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://millionairemates.info/2009/06/28/cerita-dewasa-ngentot-siswi-abg-smu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masturbasi dan cerita dewasa Orgasme barang pacar</title>
		<link>http://millionairemates.info/2009/06/23/masturbasi-dan-cerita-dewasa-orgasme-barang-pacar/</link>
		<comments>http://millionairemates.info/2009/06/23/masturbasi-dan-cerita-dewasa-orgasme-barang-pacar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 12:24:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[barang]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[Masturbasi]]></category>
		<category><![CDATA[Orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[pacar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://millionairemates.info/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[hai all kenalkan saya adhi nih kali ini gw mau berbagi cerita dewasa nich dan ini asli bukan karangan &#8230;.saya mw berbagi cerita nih..ni cerita asli loh&#8230;bukan karangan..khusus buat kalian&#8230;dikomen y&#8230;tp berhubung masih pemula maaf kalau penulisannya banyak yg salah ya! yukzzz kita mulai cerita sex dewasa masturbasi dan orgasme barang pacar! yukzzz mariiii
panggil saja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">hai all kenalkan saya adhi nih kali ini gw mau berbagi cerita dewasa nich dan ini asli bukan karangan &#8230;.saya mw berbagi cerita nih..ni cerita asli loh&#8230;bukan karangan..khusus buat kalian&#8230;dikomen y&#8230;tp berhubung masih pemula maaf kalau penulisannya banyak yg salah ya! yukzzz kita mulai cerita sex dewasa masturbasi dan orgasme barang pacar! yukzzz mariiii</p>
<p>panggil saja nama saya adhi&#8230;..saya berperawakan biasa saja untuk seorang cowok&#8230;umur saya 29 thn..tinggi 170&#8230;temen2 saya bilang saya bisa dibilang putih untuk ukuran seorang cowok&#8230;.sekarang sekaya sudah bekerja kejadiannya sekitar beberapa minggu yg lalu..saya lupa tepatnya kapan&#8230;.. saya mempunyai seorang cewek panggil saja namanya mawar..cirinya tinggi 165 kulit putih&#8230;saya tidak tau gmn caranya ngukur payudara cewek tp saya perkirakan ukurannya mungkin 36b&#8230;.ehm..lumayan gede y&#8230;hehehe&#8230;.. pada suatu hari saya main kerumah cewek saya ini&#8230;.keadaan rumahnya sedang dalam keadaan kosong&#8230;.ortunya sedang banyak kegiatan diluar&#8230;rencananya sey saya mw jalan sama dia&#8230;.saat saya sampai disana ternyata mawar belum mandi&#8230;.dan masih mengenakan baju tidur. &#8220;mas kamu masuk aja dulu, aku mw mandi dulu..lagi isi air dikamar mandi nih&#8221;, kata mawar&#8230;. saya yg melihat rumahnya kosong kemudian tanya, &#8220;pada kemana orang rumah??koq sepi amat sey?&#8221; mawar menjawab, &#8220;iy nih..lagi pada pergi&#8221; wah&#8230;dalam hatiku lumayan seneng sey..ada kesempatan berduaan nih..hehehe sambil menunggu air kamar mandi terisi penuh, kita nonton tv dulu di ruang keluarganya&#8230;.kita juga sambil becanda loh&#8230;hehehe..dia sering cubit2 saya kadang&#8230;saya balas cubit juga dia..sambil kadang tangan saya meraba perutnya&#8230;.</p>
<p>ternyata air dikamar mandinya sudah penuh&#8230;saya suruh dulu dia matiin&#8230;setelah matiin air kamar mandi dia siap2 untuk mandi..tapi saya bilang &#8220;nanti aja dulu mandinya&#8230;.kita ngobrol aja dulu&#8230;&#8221; &#8220;kan bau&#8230;mangnya mw ngobrol sama orang bau?&#8221;, begitu jawabnya.. &#8220;gpp&#8230;kan cewekku sendiri&#8221;, saya jawab begitu&#8230; &#8220;y uda&#8221;begitu katanya.akhirnya kita ngobrol sambil becanda lagi deh&#8230;.. pas lagi asyik becanda g sengaja tangan mawar menyentuh penis saya&#8230; eh&#8230;mawar kaget n tanya ke saya&#8221;mas..koq &#8220;adik&#8221;mu keras sey??&#8221; saya jawab saja &#8220;iy nih&#8230;deket kamu &#8220;adik&#8221;ku jadi keras&#8230;&#8221; sambil sedikit tertawa (dalam hati saya deg&#8230;degan sekali)&#8230; trus dia tanya, &#8220;mas aku boleh liat &#8220;adik&#8221;mu g?&#8221; wah&#8230;saya kaget n senang dalam hati (mimpi apa saya semalam)..hehe&#8230; saya jawab saja &#8220;mang bener mw liat?&#8221; mawar cuma mengangguk&#8230;(malu tp mw dia..hehehe) waduh sekarang malah saya yg bingung harus gimana&#8230;&#8230;trus saya bilang&#8221;dikit aja y&#8221; mawar mengangguk lagi&#8230;</p>
<p>dengan perasaan yang bercampur aduk antara senang,bingung,malu, saya buka retsleting celana saya mawar memperhatikan dengan serius apa yang saya lakukan&#8230;dia agak tertegun melihat penis saya dengan panjang 15 cm n besarnya 4 cm berdiri tegak dengan &#8220;kepala&#8221; yang sedikit keluar dari sangkarnya&#8230;.trus dia ngomong dengan muka yang mulai memerah..&#8221;mas..koq gede banget sey??&#8221; saya bilang, &#8220;ah&#8230;masa sih de??&#8221; mawar perlahan mendekat kesaya&#8230;.sambil matanya terus memperhatikan pada tonjolan di selangkangan saya&#8230;</p>
<p>&#8220;mas aku boleh pegang g?&#8221; dia kemudian bertanya. dengan cepat saya menjawab,&#8221;boleh koq de..&#8221;tangan mawar perlahan tapi pasti meraih penis saya&#8230;.setelah menggapainya mawar hanya memegang penis saya saja&#8230; saat tangannya memegang penis saya, saya mulai mencium bibirnya&#8230;..kami berciuman cukup lama&#8230;.saat berciuman itu tangannya mulai naik turun di penis saya&#8230;saat itu juga tangan saya tidak tinggal diam..perlahan saya mengangkat baju tidurnya dan mulai mempermainkan payudaranya&#8230;&#8221;de&#8230;tetekmu koq gede amat sey?&#8221;, saya tanya ke dia.. mawar cuma bisa mendesah &#8220;ahhhhh&#8230;.&#8221;</p>
<p>perlahan ciuman saya mulai turun&#8230;.mulut saya meraih payudaranya yang sebelah kiri&#8230;saya mulai menjilatinya&#8230;sedangkan tangan saya kiri saya terus meremas mesra payudaranya yg sebelah kanan&#8230;. tangan kanan saya tidak hanya berdiam diri&#8230;dia sudah menyusup meraba pahanya dari baik celana tidurnya&#8230;&#8221;de..aku buka y?&#8221;, saya bertanya (walaupun kalau tidak ditanya pasti saya buka)..hehehe mawar hanya mengangguk sambil mendesah pelan &#8220;aaahhhh&#8230;.&#8221; saya mulai membuka baju dan celana tidurnya&#8230;kini mawar hanya mengenakan BH yg sudah tidak pada tempatnya dan celana dalam&#8230;. ketika saya membuka bajunya mawar tidak tinggal diam..tangannya juga terus mengocok penis saya&#8230;.. kocokannya masih tidak beraturan..dan kadang terlalu cepat..yg kadang membuat penis saya terasa sakit&#8230; pelat tapi pasti pakaian yg melekat pada mawar lepas dari badannya&#8230;kini mawar polos tanpa ada yg menutupi&#8230; ketika jari tangan saya mulai menyentuh kelentitnya mawar kaget&#8230;mendesah keras..badannya menegang&#8230; &#8220;AAAAAHHHHHH&#8230;&#8230;Mas&#8230;&#8230;A..ku&#8230;.pipis mas&#8230;..&#8221;mawar mengalami orgasmenya yang pertama&#8230;&#8230;.</p>
<p>saya yang merasa masih jauh dari klimaks terus menikmati kocokan tangan mawar yang semakin lama semakin terampil&#8230; setelah membiarkan mawar istirahat..saya mengambil posisi 69&#8230;..saya kembali mempermainkan klitorisnya yang sekarang semakin besar&#8230;&#8230;mawar kembali mendesah&#8230;&#8230;&#8221;aaahhh&#8230;.mas&#8230;&#8230;ee&#8230;.nn&#8230;aa..kk&#8230;&#8221; aku minta mawar menjilat penisku..tapi dia menolaknya..&#8221;jijik mas.&#8221;. begitu katanya&#8230;saya tidak ingin memaksakannya!kembali saya mempermainkan lagi klitorisnya&#8230;mawar juga semakin terampil mengocok penis saya&#8230;5 menit kemudian mawar kembali mengalami orgasme&#8230;.badannya kembali menegang..&#8221;Mmaa&#8230;sss&#8230;.aaaaa&#8230;ku&#8230;.pi&#8230;pisssss&#8230;lagi&#8230;&#8221; begitu desahnya&#8230;. saya sudah mulai merasakan akan mengalami orgasme&#8230;.&#8221;de&#8230;.m..ass&#8230;uda&#8230;.m&#8230;au..ke&#8230;luar&#8230;.&#8221; tak lama setelah saya ngomong seperti itu kemawar&#8230;.sperma saya muncrat mengenai payudaranya&#8230;&#8230;&#8221;aaahhhh&#8230;.de&#8230;.mmmaa&#8230;&#8230;sssssss&#8230; keee&#8230;..luu&#8230;ar&#8230;sa&#8230;.yang&#8230;&#8221;begitu desahku kepadanya</p>
<p>setelah istirahat beberapa menit kami memutuskan untuk memulai pertarungan lagi namun cerita dewasa kali ini akan saya lanjutkan ke bagian Masturbasi dan orgasme barang pacar part 2! ditunggu ya kelanjutan cerita dewasa ini hanya di blog ini!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://millionairemates.info/2009/06/23/masturbasi-dan-cerita-dewasa-orgasme-barang-pacar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>cerita dewasa ngeseks mahasiswi magang</title>
		<link>http://millionairemates.info/2009/06/17/cerita-dewasa-ngeseks-mahasiswi-magang/</link>
		<comments>http://millionairemates.info/2009/06/17/cerita-dewasa-ngeseks-mahasiswi-magang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 08:19:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[magang]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[ngeseks]]></category>
		<category><![CDATA[toilet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://millionairemates.info/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Cerita dewasa kali berasal dari seorang teman lama sebut saja namanya Wahyu! berikut cerita sex dari beliau! Aku adalah seorang manajer di sebuah perusahaan swasta di  Jakarta.Walaupun aku sudah lama bekerja tetapi aku masih melajang. Cerita dewasa ini diawali saat aku bertemu seorang mahasiswi yang sedang magang di  kantorku.Mahasiswi tersebut bernama wulan.Aku tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">Cerita dewasa kali berasal dari seorang teman lama sebut saja namanya Wahyu! berikut cerita sex dari beliau! Aku adalah seorang manajer di sebuah perusahaan swasta di  Jakarta.Walaupun aku sudah lama bekerja tetapi aku masih melajang. Cerita dewasa ini diawali saat aku bertemu seorang mahasiswi yang sedang magang di  kantorku.Mahasiswi tersebut bernama wulan.Aku tidak begitu tahu kuliah  apa yang ia ambil, tetapi ia bekerja sebagai sekretaris di kantorku tersebut!<br />
wulan merupakan gadis yang sangat manis,berkulit putih layaknya wanita  keturunan Chinese,memiliki tubuh langsing bak gitar,rambutnya berwarna  hitam kecoklatan dgn panjang sebahu,dan raut wajahnya mirip-mirip Dian  Sastrowardoyo.Penampilan wulan sangat menarik perhatian pria2 di  kantorku,krn dia berpenampilan layaknya mahasiswi di kampus.Ini menjadi  angin segar tersendiri untuk kami para pria hidung belang!</p>
<p>Suatu  hari wulan datang ke ruanganku untuk meminta tanda tanganku.Aku  terkejut melihat penampilannya yang sexy sekali.Ia mengenakan kaos  hitam lengan pendek yg sangat ketat,rok mini berbahan jeans yg di atas  lutut,dan sepasang sandal hak tinggi utk wanita.Aku bisa melihat bentuk  payudaranya yg membusung dr balik kaos ketat itu dgn jelas dan juga  pahanya yg putih mulus itu bisa kupandangi sepuasku.</p>
<p>wulan masuk  ke ruanganku dan menyerahkan beberapa dokumen utk kutandatangani.Saat  ia berada di dekatku,sepintas tercium harum semerbak dari tubuhnya yang  sedikit2 mulai merangsang kontolku.Kulihat wulan agak tegang,jadi  kupersilakan ia duduk di depan mejaku.Sambil pura2 baca dokumen,aku  mulai sedikit2 bicara dengannya,basa basi layaknya atasan dan  bawahan,sambil saling berkenalan.”Kamu kok sering bgt pakai baju itu  sih??”,tanyaku pada wulan.wulan jadi tersipu malu mendengar  pertanyaanku seraya menjawab,”Habisnya kata temen2 aku keliatan cantik  kayak model klo aku pakai baju ini.Memangnya kenapa pak??”.”Ngga apa2  kok,saya juga suka ngeliat kamu berpakaian seperti ini,betul2 cantik  kayak model.”,ujarku padanya.”Bapak bisa aja ah,”,tukas wulan sambil  tersipu malu.</p>
<p>Kuberanikan diri bertanya lebih jauh  padanya,”wulan,kamu udah punya pacar belum??”.”Sudah,pak.”,jawab  wulan.Aku agak kecewa mendengarnya,tp aku terus berusaha memancingya  untuk bicara ttg seks.”Beruntung sekali orang yg jadi cowo kamu,dia  pasti bahagia sekali bisa berhubungan seks dengan cewe sesexy  kamu.”,ujarku sambil bercanda.wulan tiba2 terlihat sedih,ternyata dia  belum pernah sekalipun berhubungan seks dgn pacarnya dan hal itu  membuatnya malu di hadapan teman2nya di kampus yg sudah pernah  berhubungan seks dgn pacar masing2 dan pacar wulan juga orangnya sangat  alim shg sulit diajak ngesex.Aku hanya menggangguk saja mendengar  penuturannya.Terlihat hasrat wulan utk merasakan nikmat duniawi,tetapi  pengetahuannya ttg sex juga masih tergolong dangkal.</p>
<p>“Pak,temen2  saya bilang sex itu nikmat.Bener ga sih??”,tanya wulan padaku.Aku  sempet terkejut mendengar pertanyaannya,lalu kujawab,”Bener,temen2 kamu  itu bener.Sex itu mang nikmat kok,temen2 saya juga bilang begitu.Saya  sendiri juga blom pernah nyoba sih”.wulan terlihat makin  sedih,menyadari ketidakmampuan dirinya dalam berhubungan seks.Kuhibur  ia sejenak,sambil kuajak bercanda dan berkata,”Gimana klo kamu coba ML  sama saya skrng disini,nanti saya ajarin teknik2nya deh biar cowo kamu  bisa tunduk ama kamu di atas ranjang,bahkan bisa aja cowo kamu yang  ketagihan nanti” .</p>
<p>wulan terlihat gelisah,”Gimana nanti klo  ketauan/diintip orang2 sini,pak??”,tanyanya padaku.”Tenang,kita seks  kilat aja,sekitar 10-15 menitan.”,ujarku.wulan pun menerima  tawaranku,dan akupun bersorak kegirangan dalam hati.”Kesempatan bagus  nih.”,ujarku dalam hati.Kebetulan setiap ruang untuk direktur dan  manajer di kantorku ada toilet pribadi yang terpisah dgn toilet  umum.Kutuntun wulan masuk ke dalan toilet pribadi dalam ruanganku,dgn  maksud agar suara kami tak terdengar ke luar.</p>
<p>Aku segera  mengunci pintu toilet dari dalam,seraya mulai memeluk wulan.Lalu aku  duduk di atas kloset dan kusuruh wulan duduk di atas pangkuanku,dgn  posisi payudaranya menghadap wajahku.Sejenak kunikmati harum  tubuhnya,sambil menjamah2 kaos ketatnya yg hitam legam itu.Lalu aku  menyibakkan rok mininya yg terbuat dr jeans itu,shg terlihatlah paha  putih mulus dan cd wulan yang berwarna hitam.krn ini seks kilat,maka  aku hanya memelorotkan cd wulan sedikit,lalu kuselipkan kontolku pada cd  wulan,menuju memeknya yang masih berbulu jarang itu.</p>
<p>Tanpa  kesulitan,aku berhasil mencapai ‘target’,kontolku sudah menancap pd  memek wulan.kedua tanganku memegang pinggul wulan dan menggerakkannya  ke atas-bawah.nikmat sekali rasanya,dan raut wajah wulan menunjukkan  bahwa ia sangat menikmati perhelatan ini,pdhal ini pertama kali  untuknya.desahan2 wulan menjadi makin tak terkendali,pertanda dirinya  sudah tenggelam dalam nikmat duniawi.sekali2 ia menjambak rambutku dan  menekan kepalaku shg wajahku menempel di atas payudaranya,sambil  kujilati dan kuhisap payudara yg tertutup kaos ketat itu.kulumat bibir  wulan dengan maksud utk meredam suara desahannya.sengaja kulepaskan  kedua tanganku dari pinggulnya,dan pinggul wulan sudah bergerak naik  turun dgn sendirinya.lama kelamaan pinggul wulan bergerak tak  beraturan!mantabs banget pokoknya</p>
<p>Kuselipkan  kedua tanganku ke dalam kaos ketat wulan,melewati BHnya,dan akhirnya  memegang payudaranya tanpa dilapisi apapun.sejuk rasanya sewaktu  kupegang payudaranya,sepertinya ia kedinginan dari tadi sewaktu kuajak  ngobrol.tak lupa tanganku menjamah bagian2 tubuh wulan yg lain seperti  pantat,paha,kaki,dll.kuangkat kaki kiri wulan dgn tanganku sekitar 60  drajat,lalu kujilati pahanya yg mulus.kadang aku kembali melumat  bibirnya bila ia mulai mendesah tak karuan.kontolku sudah becek sekali  krn terus berada dlm memek wulan yg basah itu.</p>
<p>tak terasa 15  menitpun sudah berlalu.kami belum sempat orgasme,tetapi paling tidak  bisa merasakan nikmat duniawi dlm sekejap mata.kusadarkan wulan yang  sudah larut dlm nikmat duniawi itu.wulan yg tersadar jd tersipu malu  krn sadar dirinya sudah seperti wanita murahan saja.kucoba mancabut  kontolku yg dijepit memek wulan dr tadi,awalnya sulit krn godaan utk  terus lanjut,tetapi akhirnya bisa setelah berhasil melemaskan  kontolku.wulan buru2 mengencangkan celana dalamnya dan aku merapikan  celana panjangku,lalu kubantu mengeringkan kaos ketat wulan yg basah  krn ludahku tadi.untung saja ludahku yg menempel pada paha wulan sudah  kering.</p>
<p>aku pun keluar lebih dulu dr toilet utk mengecek keadaan  di luar ruang kantorku.kebetulan banyak karyawan sedang makan siang,jd  keadaan relatif aman.”Kapan2 kita lanjutin lagi deh yg tadi,tp di luar  kantor.Gimana,seks itu nikmat kan??”,ujarku pada wulan.wulan hanya  mengangguk sambil tersenyum malu.Lalu wulan pun segera keluar dr  ruanganku dan kembali ke meja kerjanya.sejak kejadian ini,aku dan wulan  sering curi2 kesempatan di kantor untuk melakukan seks diluar maupun di dalam kantor sunguh nikmat banget bisa ngeseks bareng anak magang ini!sekian cerita dewasa ngeseks di Toilet dengan anak magang</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://millionairemates.info/2009/06/17/cerita-dewasa-ngeseks-mahasiswi-magang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>cerita dewasa eksekusex si pinggul aduhay</title>
		<link>http://millionairemates.info/2009/06/08/cerita-dewasa-eksekusex-si-pinggul-aduhay/</link>
		<comments>http://millionairemates.info/2009/06/08/cerita-dewasa-eksekusex-si-pinggul-aduhay/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 10:17:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[aduhay]]></category>
		<category><![CDATA[atasan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[eksekusex]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[pinggul]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://millionairemates.info/?p=393</guid>
		<description><![CDATA[cerita dewasa eksekusex si pinggul aduhay why judul cerita dewasa ini aneh banget ya sengaja saya memfokuskan salah satu bagian dari tubuh wanita ini, aku jadikan judul  karena memang bagi sebagian kaum lelaki pinggul mempunyai daya tarik  sendiri. Aku sendiri kalau melihat pinggul yang aduhay dengan pinggang  kecil dan pantat yang bulat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">cerita dewasa eksekusex si pinggul aduhay why judul cerita dewasa ini aneh banget ya sengaja saya memfokuskan salah satu bagian dari tubuh wanita ini, aku jadikan judul  karena memang bagi sebagian kaum lelaki pinggul mempunyai daya tarik  sendiri. Aku sendiri kalau melihat pinggul yang aduhay dengan pinggang  kecil dan pantat yang bulat menantang langsung berimajinasi betapa  nikmatnya jika pinggul dan pantatnya kuelus dan kuremas. Apa lagi jika  buah dadanya besar kenyal dan putingnya masih kemerahan dan menunjuk ke  depan (tidak ke bawah), wahh.. enaktenan.</p>
<p>Tapi di lingkungan  sehari-hari sulit sekali menemukan tipe seperti yang aku sebutkan di  atas, ada yang pinggulnya besar tapi pantatnya rata alias tepos, ada  yang pantatnya bulat sekel tapi pinggangnya rata dengan pinggul, ada  yang tidak berpinggang, tidak berpinggul dan tepos sekaligus dalam satu  kesatuan.<br />
Nah aku mau ceritakan pengalaman waktu SMP dikerjain  putri tunggal atasan-ku yang pinggulnya sangat aduhay, dengan pantat  yang bulat dan buah dada yang wah.<br />
Awal mulanya ayahku  memerlukan seorang tenaga dinas luar untuk bagian pemasangan iklan,  tapi karena jam kerjanya tidak terlalu panjang usulan ayahku ditolak  oleh atasannya jika harus memperkejakan orang khusus untuk bagian ini.  Entah ide dari mana aku yang waktu itu masih SMP kelas 2 ditarik ayah  untuk mengisi bagian tersebut, dengan jam kerja pukul 13:00 sampai  dengan pukul 17:00, jelas aku bisa kerjakan setelah pulang sekolah.</p>
<p>Hari-hari  pertama bekerja aku di-training ke perwakilan resmi harian ibukota yang  kesemuanya bermarkas di jalan Gajah Mada Jakarta. Semua berita harian  nasional aku sudah kenal, dan dari sekian banyak biro iklan yang ke  sana, hanya akulah yang paling muda (KTP saja belum punya). Setiap  selesai aku diwajibkan kembali balik ke kantorku yang di daerah Kota.  atasan-ku sudah cukup umur, dan kalau hitungan teliti sekali, tapi  lamanya minta ampun, biasanya menunggu atasan-ku menghitung, aku  duduk-duduk di belakang ruangan kantor yang memang khusus tempat  ngumpulnya para sales dari divisi lain. Dan di ruangan kantor depan  hanya ada 4 orang, satu di antaranya adalah putri tunggal atasan-ku yang  menjabat sebagai direktur operasional, orangnya putih bersih, tinggi  sekali mungkin 180 cm-an, waktu itu kalau berdiri aku paling  sepundaknya. Selalu mengenakan span pendek dengan stoking hitam.  Pinggulnya ketika berjalan hampir dipastikan seluruh orang menengoknya.  Pantatnya yang bulat dan dadanya yang membusung menambah daya tariknya  sebagai wanita.</p>
<p>Sebenarnya putri atasan-ku ini pengantin baru,  tapi entah kenapa malah tidak betah di rumah, kadang-kadang aku kalau  lagi telat bisa sampai jam 19.00 malam dan dia masih ada di kantor.  Menurut gosip yang beredar di kalangan sales (aku sering menguping).  Suaminya impoten dan aku tahu bahwa pinggul, pantat dan buah dadanya  bagus pun dari hasil nguping, karena waktu itu aku kurang mengerti  masalah itu, yang jelas melihat paha sedikit saja, kemaluanku langsung  berdiri dengan tegaknya, ditambah lagi aku sering baca buku porno,  jelas hasilnya onani 3-5 kali per hari. Setiap ada kesempatan pasti aku  langsung onani, kebanyakan di WC, terutama di WC kantor, pokoknya  setiap ada kesempatan.</p>
<p>Aku sering sekali membayangkan putri  atasan-ku ini ketika onani, terutama kalau di WC kantor. Sebenarnya aku  sih tidak bodoh-bodoh amat dalam urusan itu, perjakaku pun sudah  kulepas di lokasi WTS Kali Jodoh, tapi kan tidak mungkin aku ke situ  setiap hari, dari mana uangnya?Padahal buat pertarungan, aku punya  modal yang cukup. Aku pernah di WC sekolah dengan teman-teman mengukur  besar batang kemaluan, dan ternyata aku jadi pemenang, baik dalam  panjang maupun diameternya. Alhasil aku pun dijuluki di sekolah &#8220;konde&#8221;  alias &#8220;kontol gede&#8221;. Nah waktu onani aku pun berkhayal begitu, aku  bagai seorang pahlawan yang dapat memuaskan wanita-wanitateman onaniku  dengan senjata kebanggaanku.</p>
<p>Tak terasa 3 bulan sudah aku  bekerja, sampai pada suatu hari, karena ada iklan kolom yang jumlah  uangnya besar dan pada teksnya terdapat kesalahan, aku harus menunggu  sampai malam, dan sialnya hasil perbaikannya malah membuat salah jumlah  giro yang aku bawa, untunglah bagian kasir masih berbaik hati dan  menukarkannya dengan tanda terima sementara. Pukul 19:30 aku sampai di  kantor, lampu sudah dimatikan semua, hanya pos satpam dan ruangan putri  atasan-ku saja yang masih menyala, aku langsung ke ruangannya.</p>
<p>&#8220;Selamat malam Bu,&#8221; sapaku sopan.</p>
<p>&#8220;Malam, baru selesai Wan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Yah Bu, tadi ada kesalahan, jadi harus menunggu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh..&#8221;</p>
<p>&#8220;Sekarang saya mau hitungan dengan siapa, Bu?&#8221; tanyaku.</p>
<p>&#8220;Oh ya Mama sudah pulang, sini saya yang hitung!&#8221;</p>
<p>Aku meyerahkan semua bon kepadanya.</p>
<p>&#8220;Saya tunggu di luar, Bu,&#8221; aku pamitan.</p>
<p>&#8220;Silakan,&#8221; jawabnya singkat.</p>
<p>Aku  menuju kantor belakang, ternyata tak ada seorangpun di sana, mungkin  sudah terlalu malam. Aku segera ke kamar mandi dan mengkhayalkan making  love dengan putri atasan-ku. Seiring dengan khayalanku yang semakin indah  aku mulai melepas celanaku lalu mulai mengocok-ngocok kontolku dengan  perlahan, busa sabun yang melumuri kontolku terasa nikmat sekali,  gerakankusemakin cepat, dan mencoba mencapai puncak kenikmatan  secepatnya. Tapi karena hari ini aku sudah 4 kali mengocok, di WC  sekolah, WC rumah dan terakhir di WC kantor 2 kali, aku agak susah  keluar, aku lihat kepala kontolku sampai memerah, tapi tiba-tiba  saja, &#8220;Brakk..&#8221; pintu terbuka dan menyembullah wajah yang ada dalam  khayalanku, aku kaget setengah mati, begitu puladia sampai berteriak.  Aku segera mencari celanaku, tapi sialnya karena pintu terbuka jelas  aku tidak bisa mengambil celanaku yang berada di balik pintu kamar  mandi.</p>
<p>&#8220;Maaf, Bu, saya lupa mengunci pintu,&#8221; aku segera minta  maaf tanpa menghiraukan kontolku yang masih ereksi, &#8220;Eh.. tidak apa,&#8221;  atasan-ku pun agak gugup dan kulihat pandangan matanya tertuju pada  kontolku yang masih mengacung menunjuk langit-langit, dan tanpa  disangka-sangka dia langsung masuk ke kamar mandi dan mengunci  pintunya, &#8220;Ehh, Ibu mau ngapain?&#8221; aku masih kebingungan atas sikapnya.  &#8220;Kamu tenang aja yah Wan,&#8221; kata atasan-ku.</p>
<p>Dia langsung  menanggalkan seluruh pakaiannya dan telanjang bulat di depanku, aku pun  mulai menyadari keinginannya, tapi aku masih takut karena dia adalah  atasan-ku, untunglah dia dulu yang mulai. Aku yang masih mengenakan baju  langsung dilepaskannya, dan atasan-ku langsung dengan liarnya menciumi  seluruh tubuhku, tangannya langsung saja menggenggam kontolku dan  menarik-nariknya dengan keras. Sungguh nikmatnya luar biasa. &#8220;Wan,  kontol kamu gede, bikin Ibu puas yah!&#8221; aku pun tak bisa tinggal diam,  seluruh imajinasiku yang kudapat dari buku stensilan kupraktekan. Aku  mulai melumat bibir atasan-ku sambil tanganku bermain di keduapayudaranya  yang membusung padat. Putingnya yang kecil dan kemerahan aku  pilin-pilin, kadang aku usap perlahan. Bibir dan lidahku terus menjalar  menelusuri leher dan melumat buah dadanya, atasan-ku hanya mengerang  pelan. Rejeki ini benar-benar aku manfaatkan sebaik-baiknya untuk  memuaskan imajinasiku, seluruh bagian tubuh atasan-ku tak ada yang luput  dari jilatanku, mulai dari jari tangan, leher, buah dada, perut,  pinggul, pantat, liang kemaluannya yang lebat sampai paha dan jari  kakinya kujilat dan kucium.</p>
<p>Dan saat lidahku bermain di liang  kemaluannya dia mengangkat sebelah kakinya ke bathup, dengan begitu aku  semakin leluasa menyedot klitorisnya dan memasukkan lidahku ke dalam  lubang kemaluannya, atasan-ku meremas-remas rambutku semakin kuat, sambil  terus menjilat kedua tanganku, meremas dan memilin kedua puting buah  dadanya, &#8220;Achh, Wang..&#8221; rambutku terasa mau tertarik dari akarnya saat  atasan-ku melepas orgasmenya yang pertama. Aku tak begitu perduli, aku  terus menciumi seluruh bagian tubuhnya, dan saat aku menciumi  punggungnya, senjataku terasa nikmat terganjal di antara belahan  pantatnya yang besar, tapi mungkin atasan-ku sudah naiklagi nafsunya.  Dibimbingnya senjataku dari belakang, &#8220;Dorong, Wan!&#8221; aku langsung  memajukan pinggulku dan senjataku terasa memasuki lorong hangat yang  sempit, &#8220;Achh, enak Wan, terus yang dalam!&#8221; atasan-ku makin meracau,  sementara aku sendiripun merasakan nikmat yang luarbiasa, jepitan liang  kemaluannya terasa sekali meremas batang kemaluanku.</p>
<p>Perlahan  aku gerakkan pinggulku maju-mundur, sementara tanganku tak tinggal diam  meremas danmemilin buah dadanya, kian lama gerakanku semakin cepat.  Seluruh urat syarafku terasa agak kaku dan aliran darahku semakin  cepat. Aku mencoba mengeluarkan spermaku secepatnya, tapi mungkin  akibat terlalu banyak onani aku malah susah keluar, sanpai atasan-ku  orgasme 8 kali dan mengalami berbagai macam gaya barulah aku mulai  merasakan spermaku sudah terasa di ujung kontolku,</p>
<p>&#8220;Bu.. saya mau keluar..&#8221;</p>
<p>&#8220;Sebentar, Wan, tahan!&#8221;</p>
<p>Dia  lalu menggerakan pinggulnya ke depan sehingga kontolku tercopot, dia  langsung mengocok batang kemaluanku dengan tangannya yang halus,  sementara bibir dan lidahnya menggelitik ujung dadaku dengan rakusnya.  Nafasku bagai terhenti saat dengan kuatnya dia melumat ujung dadaku dan  mempercepat kocokan tangannya di batang kemaluanku. Akhirnya seluruh  tubuhku bagai merindingdan bergetar saat spermaku terpancar dengan  beberapa kali denyutan-denyutan kenikmatan di seluruh batang kemaluanku.</p>
<p>Kulihat  atasan-ku tersenyum puas, &#8220;Wan, kamu termasuk hebat dalam urusan ini,  besok-besok temanin Ibu lagi, yah!&#8221; aku hanya mengangguk, dan tanpa  banyak kata-kata lagi atasan-ku langsung mengenakan pakaiannya kembali  dan meninggalkanku sendirian di kamar mandi. Entah mimpi apa aku  semalam dapat bercinta dengan atasan-ku, yang jelas sejak saat itu aku  jadi tidak kekurangan uang. Sayang sekarang dia sudah keluar negeri  mengikuti suaminya, kalau tidak pasti cerita dewasa ini masih berlangsung sampai saat ini! begitulah cerita seks si eksekusex si pinggul aduhay atasanku dikantor</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://millionairemates.info/2009/06/08/cerita-dewasa-eksekusex-si-pinggul-aduhay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
